ADAKITANEWS, Blitar – Muhammad Sarmuji., SE. MSi anggota MPR RI sosialisasikan 4 pilar Kebangsaan di kantor Kecamatan Sanan Wetan, Kabupaten Blitar, Minggu (12/06/2016). Hal itu sekaligus guna menangkal komunisme yang bisa saja memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berbagai unsur masyarakat mulai dari tokoh masyarakat setempat, LSM, Dewan Guru, Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Blitar antusias mengikuti sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Tercatat sekitar 150 peserta turut hadir sosialisasi yang disampaikan langsung oleh anggota MPR RI dari fraksi Golkar tersebut.

Muhammad Sarmuji., SE. MSi mengaku prihati dengan mulai bermunculan simbol-simbol komunisme baik pada kaos, pin, stiker, serta atribut-atribut lain. Disamping itu, berbagai komunitas sudah berani mengaku sebagai simpatisan komunisme dan partai komunis Indonesia (PKI). Bahkan, beberapa orang dengan santai mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan sedang mengenakan kaos berlogo komunis “Palu Arit” dalam sebuah Group Facebook.

“Mulai munculnya symbol-simbol tersebut bisa jadi sebagai upaya penggalan opini dan simpati masyarakat yang saat ini semakin miskin pemahaman sejarah guna kembali menggaungkan komunisme di Indonesia,” jelas Muhammad Sarmuji., SE. MSi.

Menurutnya, Ideologi Komunisme sangat bertentangan dengan Pancasila dan kepribadian Bangsa Indonesia, dimana Bangsa Indonesia sangat mengakui adanya Tuhan, sangat menghormati HAM, serta sangat menjunjung tinggi budaya Gotong Royong. Indonesia sendiri merpakan negara dengan kemajemukan agama serta Budaya sebagai warisan dari para leluhur. “Memperbolehkan adanya Komunisme di Indonesia artinya mencabut Pancasila sebagai dasar Negara,” terangnya.

Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa dan secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dimana nilai- nilai dari Pancasila berasal dari akar budaya bangsa Indonesia yang luhur. Sebagai suatu dasar Negara maka Pancasila senantiasa dijadikan landasan dalam pengaturan kehidupan bernegara, yang berarti bahwa segala macam peraturan perundang- undangan dan kebijakan yang diambil oleh para penyelenggara Negara tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Dengan begitu, menghidupkan Ideologi Komunisme juga berarti merubah identitas Bangsa Indonesia.

“Sudah jelas, bahwa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus bersama-sama memberikan pemahaman akan hal ini kepada seluruh masyarakat demi kesatuan NKRI,” jelas Muhammad Sarmuji., SE. MSi anggota MPR-RI daerah pemilihan Jawa Timur VI tersebut.(Adv/zay)

 

Keterangan Gambar : Sosialisasi 4 pilar kebangsaan guna tangkal Komunisme oleh Muhammad Sarmuji., SE. MSi anggota MPR-RI.(foto. Ist)