ADAKITANEWSListrik (7), Madiun – Sejumlah penyewa kios di Pasar Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengaku kecewa tidak adanya fasilitas aliran listrik. Jika ingin aliran listrik terpasang, harus merogoh kocek sendiri sebesar Rp 1 juta-Rp 1,2 juta, atas kondisi seperti mereka mengaku kecewa. Sisi lain, mereka juga khawatir muncul perselisihan, jika hanya bisa bertahan di pasar itu tidak lama.

Pasar Josenan memiliki sebanyak 14 kios, sedangkan kios memiliki jaringan listrik hanya 6 kios dan itu berasal dari pemiliki kios lama atau sisanya 6 kios tanpa aliran listrik. “Bea sewa per kios per tahun Rp 2.660.000, jika ditambah bea pemasangan listrik Rp 1.2 juta, Untuk tahun pertama saya keluarkan biaya Rp 3,8 juta lebih,” ujar Roni salah satu penyewa kios.

Ia merasa keberatan untuk bea pasang listrik baru, guna mengatasi kegelapan dari sore hingga malam hari, sementara ini memasang lampu led dari senter. Selanjutnya, memasang jaringan listrik dari rumahnya berjarak sekitar 50 meter, dirasa lebih ringan dengan mengeluarkan uang puluhan ribu sudah ada aliran listrik.

Lain lagi, Kuswinarti penyewa kios lain merasa lebih baik memasang listrik, sebab letak kiosnya berada ditengah, meski dirasa berat. Keduanya dan pemilik kios lain juga tidak menyangka kios ditempati tidak ada aliran listrik, meski jaringan sudah dipasang. “Paling tidak kios ada aliran listrik, jadi penyewa kios masuk tidak memikirkan lagi beaya pemasangan aliran listrik,” ujarnya.

Bagi pemilik kios baru merasa was-was lagi, jika ada persoalan hanya mampu menyewa kios dalam hitungan tahunan menyangkut ganti pemasangan listrik. “Saya ada rasa was-was, jika hanya mampu menyewa misalkan 3-5 tahun kedepan, setelah itu perhitungan bea pasang listriknya juga perlu diperhitungkan. Apakah penyewa kios baru nanti mau mengganti atau tidak ?,” ujar Roni lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar Kota Madiun Gaguk Haryono mengatakan pembangunan Pasar Josenan memang tidak termasuk aliran listrik, namun ada pemasangan jaringan listrik saja. Dalam pembangunan Pasar Josenan memang tidak dimasukan dalam anggaran untuk aliran listrik hingga ke kios, ada hanya jaringan listrik saja.

“Soal kecemasan misalkan kios dialihkan kepada pihak lain, silahkan dinego dengan penyewa baru, Kami tidak bisa memfasilitasi hubungan kedua belah pihak. Tapi, jika penyewaan dialihkan dari penyewa lama kepada penyewa baru harus melapor ke Dinas Pasar, agar kami mengetahui posisi penyewa terakhir,” ujar Gaguk lagi. (UK)

Keterangan Gambar : Seorang pemilik kios baru di Pasar Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, terpaksa harus memasang sendiri aliran listrik ke kios dengan merogoh kocek sendiri. Awalnya, mereka berharap tiap kios ada aliran listrik, ternyata dibuat hanya jaringan listrik saja.