width=

ADAKITANEWS, Blitar – Meski target retribusi wisata di Kabupaten Blitar pada tahun 2017 naik mencapai Rp 700 juta dibanding tahun lalu, Sekretaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Blitar, Sutoyo tetap mengatakan sebenarnya target retribusi masih bisa lebih besar lagi.

Sutoyo berpendapat bahwa seharusnya retribusi Kabupaten Blitar dari sektor wisata bisa lebih tinggi dari nilai saat ini, lantaran potensi yang ada sangat besar. “Kami menganggap kenaikan target itu masih kecil. Karena pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hanya menaikkan berdasarkan presentase,” kata Sutoyo melalui telpon, Sabtu (11/03).

Sektor wisata ini, lanjut Sutoyo, memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar. Terutama karena saat ini banyak wisata-wisata yang muncul, baik yang dikelola Desa maupun Pemkab.

“Harapannya memang sektor wisata ini menjadi pendongkrak PAD terbesar untuk Kabupaten Blitar. Karena kami ingin PAD meningkat tetapi dari sektor yang tidak membebani masyarakat, ya salah satunya dari sektor wisata ini,” ungkapnya.

Sutoyo menuturkan, akan segera memanggil semua Dinas penghasil PAD termasuk sektor wisata untuk mengetahui berapa besar peluang PAD yang bisa diperoleh. “Secepatnya kami akan panggil Dinas-dinas penghasil, terutama sektor wisata,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Ismuni mengatakan, pada tahun 2016 lalu target hasil retribusi wisata sebesar Rp 2,7 miliar. Dan untuk tahun 2017 ini naik Rp 700 juta rupiah menjadi Rp 3,4 miliar.

“Dinaikkannya target retribusi ini, karena kami melihat memang potensi wisata di Kabupaten Blitar saat ini semakin banyak, dan jumlah wisatawan di Kabupaten Blitar selama tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” katanya, Sabtu (11/03).

Beberapa potensi tambahan yang ada, sebut Ismuni diantaranya wisata Olak Alen, wisata Sirah Kencong, pantai Serang dan pengembangan kawasan wisata Penataran. “Banyak wisata di Kabupaten Blitar ini yang mulai dilirik wisatawan, seperti di Olak Alen maupun Sirah Kencong. Tentunya itu juga menjadu pertimbangan dalam menaikkan target retribusi ini,” jelasnya.(blt2)

Keterangan gambar : Ilustrasi.(google.com)