ADAKITANEWS, Tulungagung – Dari hasil evaluasi serapan pada tahun 2017 yang tidak tercapai 100 persen, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung pada tahun ini mengalami penurunan target serapan.

Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Khrisna Murtianto menyampaikan, realisasi serapan beras pada tahun 2017 lalu tidak bisa mencapai target karena adanya beberapa faktor, seperti pengaruh cuaca, serangan hama, dan bencana alam yakni banjir yang menyebabkan sejumlah petani gagal panen.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, terutama serangan hama yang menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen. Karena itu untuk tahun ini mengalami penurunan target serapan beras,” kata Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Khrisna Murtianto, Jumat (23/02)

Pada tahun 2017 lalu, Bulog Subdivre Tulungagung ditarget menyerap sebesar 56 ribu ton beras, namun hingga akhir tahun hanya mampu menyerap sekitar 28 ribu ton saja atau sekitar 50 persen dari target.

Lanjut Khrisna Murtianto, untuk tahun 2018 ini, target dari pusat untuk Subdivre Tulungagung sebesar 35.500 ton gabah setara beras. Target ini berarti mengalami penurunan sebesar 36,5 persen dari target tahun 2017 lalu yang sebesar 56 ribu ton.

Meski demikian, Khrisna menuturkan di awal tahun pihaknya belum melakukan serapan beras. Hal ini didasarkan pada kondisi di lapangan, karena harga di pasaran masih cukup tinggi melebihi harga yang ditentukan oleh pemerintah melalui Inpres nomor 5 tahun 2015.

Yaitu patokan harga membeli gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp 3.700 per kilogram, untuk gabah kering giling (GKG) senilai Rp 4.650 per kilogram diterima di depan pintu gudang yang kemudian untuk harga pembelian beras senilai Rp 7.300 per kilogram. Padahal awal Januari harga GKP di pasaran mencapai Rp 5.600 per kilogram dan untuk harga GKG sebesar Rp 6.700 – Rp 7.000 per kilogram.

“Pada awal tahun ini kita tidak melakukan pembelian beras. Kerena harga di lapangan masih cukup tinggi. Namun kita tetap melakukan penyerapan beras komersil, yang kini sudah mencapai serapan sekitar 1.300 ton beras,” ujarnya.

Tambah Khrisna, pihaknya baru akan melakukan serapan secara besar-besaran ketika awal panen raya. Apalagi ada rencana fleksibilitas dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Inpres nomor 5 tahun 2015, yaitu harga pembelian dari Bulog mengalami kenaikan sebesar 20 persen dari harga pembelian pemerintah. Sehingga dari harga GKP Rp 3.700 per kilogram naik 20 persen menjadi Rp 4.440 per kilogram.(bac)

Keterangan gambar : Aktivitas di gudang Bulog Subdivre Tulungagung.(foto : acta cahyono)