AdaKitaNews Daerah Telaga Warna Panggunguni Mengandung Arsenik

Telaga Warna Panggunguni Mengandung Arsenik

ADAKITANEWS20150514_111051-120150514_120428-1, Tulungagung – Fenomena kemunculan telaga warna di Dusun Tirto Sinawang Desa Panggunguni Kecamatan Pucanglaban Tulungagung, menjadi perhatian tersendiri Dinas PUdan ESDM. Pihak Dinas sendiri berencana untuk measang papan larangan menyentuh air telaga. Hal ini dikarenakan air telaga tersebut bekas galian mengandung bahan kimia berbahaya.

Menurut Tenaga Ahli Geologi Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (PUESDM) Tulungagung Sofyan Hadi, lokasi bekas tambang di kawasan tersebut tak hanya mengandung tembaga. BEberapa zat berbahaya seperti zat arsenik terdapat pada air tersebut. Ini merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik yakni kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik biasanya digunakan sebagai pestisida, herbisidadan insektisida. Dalam table unsur kimia memiliki lambang As dengan nomor atom 33. Karena ada zat kimia berbahaya, diimbau agar berhati-hati. “Arsenik ini beracun. Makanya, penambang sering kena penyakit seperti gatal. Da di lokasi itu, jika kulit terkena airnya, bisa gatal atau bahkan lecet,” ungkapnya kemarin

Dari data PUESDM, lokasi tambang tersebut merupakan milik CV Sari Hutan bukan lahan pemerintah ataupun perhutani. Izin tambang masih aktif namun kegiatan penambangan tembaga ataupun emas masih berhenti. Bekas tambang yang kemudian menampung air akhirnya memunculkan warna tersendiri. “Kalau terkena kulit sangat berbahaya karena mengandung asam,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut dia, perubahan warna di lokasi tambang atau biasa dikenal dengan telaga warna Panggunguni karena mengandung asam. Hijau, disebabkan proses korosi tembaga atau mineral (cu) bernama crisocola. Air berubah hitam karena pengaruh unsur logam, besi dan timbal. Kondisi aor masih bisa berubah ubah bergantung proses korosi dan tingkat keasaman air. “Sebenarnya bisa untuk wisata tapi harus dipasang pagar dan papan imbauan karena air menganduk arsenic,” jelasnya saat ditemui di kantor Dinas PUESDM. (Bram).