ADAKITANEWS, Jombang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penelusuran aset-aset milik mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman. Penelusuran tersebut bahkan dilakukan hingga ke wilayah Kabupaten Jombang.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com menyebutkan, salah satu yang menjadi jujukan petugas KPK adalah kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Jombang.

Kepala ATR/BPN Kabupaten Jombang, Ribut Hari Cahyono mengatakan bahwa ada petugas KPK yang mendatangi kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim nomor 112 Kecamatan/Kabupaten Jombang selama satu jam. “Tadi dari jam dua (14.00 WIB) sampai jam tiga (15.00 WIB),” ungkap Ribut Hari Cahyono, Selasa (30/01) sore.

Menurut penjelasan Ribut Hari Cahyono bahwa kedatangan petugas KPK tersebut sudah kedua kalinya di kantornya. Kedua kalinya tersebut, semuanya dalam rangka mencari informasi aset-aset yang dimiliki oleh Taufiqurrahman. “Sudah dua kali datang ke BPN. Pada Selasa ini merupakan edisi kedua. Kalau hari ini ada tiga titik yang dikonfirmasi. Yang dulu ada 24 titik,” papar Kepala ATR/BPN Jombang.

Sementara saat disinggung maksud dari penelusuran aset mantan Bupati Nganjuk itu, Ribut Hari Cahyono mengaku tidak mengetahuinya. Ia mengaku hanya dikonfirmasi soal titik-titik aset tersebut.

“Ada yang atas nama Bu Ita (Ita Triwibawati – istri Taufiqurrahman), ada yang atas nama Bapak Taufiqurrahman. Ada satu yang atas nama Naomi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman yang juga merupakan suami dari Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Ita Triwibawati tersebut, tertangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta pada Rabu (25/10/17) lalu.(ar)

Keterangan gambar: Kantor ATR/BPN Kabupaten Jombang.(ist)