ADAKITANEWS, Kediri – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri melakukan peninjauan terhadap surat dari Supandi, warga Dusun Kunti Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri terkait masalah pemalsuan tandatangan untuk peryaratan mengurus sertifikat tanah.

Kasmari selaku Kepala Desa Mranggen mengakui memang Supandi sudah melaporkan dugaan pemalsuan tersebut ke Polsek dan juga Polres, bahkan mengirim surat kepada DPRD.

Dikatakan Kasmari, dulu Supandi adalah salah satu ahli waris dari orang tuanya yang bernama Iskandar, yang tanah tersebut sudah dijual kepada H Asari namun baru kali ini akan diurus sertifikat tanah. Saat dalam proses pengurusan sertifikat semua ahli waris sudah tandatangan. Dan anehnya Supandi protes bahwa. “Supandi sudah diberi uang Rp 20 ribu, dulu saat menandatangani namun ia tidak mau mengakuinya, bahkan malah menuduh tandatangan miliknya dipalsukan. Sebenarnya masalah ini sudah selesai namun kemungkinan indikasinya Supandi itu berontak karena uang penganti tandatangan kurang. Atas kejadian ini mungkin kalau masih tetap bersikukuh, kami akan laporkan balik Supandi,” cakapnya.

Kuswanto, salah satu anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri mengatakan, bahwa beberapa hari yang lalu ada surat masuk terkait pemalsuan tandatangan untuk pengurusan sertifikat tanah. “Kami ke Desa Mranggen pada Kamis (16/03) ini untuk menanyakan hal tersebut kepada Kepala Desanya. Nanti kalau memang Kepala Desa tidak bisa menyelesaikan masalah ini nanti kami akan panggil kedua belah pihak untuk di selesaikan masalahnya,” ujarnya kepada Tim Adakitanews.com.(kdr4)

Keterangan gambar : Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri saat menemui Kades Mranggen Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.(foto:fasihhuddin kholili)