ADAKITANEWS, Blitar – Disaat semua orang sedang kecanduan akan canggihnya teknologi, para pemuda di Desa/Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yang tergabung dalam kelompok Remaja Masjid (Remas), justru memilih menempa kemandirian dengan sholawatan.

=========

Wildan Irfai, pelajar yang kini duduk di kelas 3 Tsanawiyah mengatakan, kegiatan mereka berawal ketika dirinya dan teman-temannya sering melihat sholawatan. “Awalnya saya dan teman-teman hanya melihat sholawatan di tv dan di acara-acara tanggapan. Lama-lama kami juga ingin bisa sholawatan sendiri,” katanya saat diwawancara Tim Adakitanews.com sebelum latihan, Sabtu (04/04).

Keinginan para remaja Desa Wonodadi itupun sempat tertahan lantaran tidak tersedianya peralatan. Namun tidak berselang lama, Wildan dan teman-temannya akhirnya memiliki jalan kelur untuk bisa berlatih sholawatan, yakni dengan meminjam alat di salah satu sekolah yang ada di Desa Wonodadi.

“Kebetulan di sekolah teman saya ada alat sholawatan yang boleh dipinjam. Dengan alat seadanya itu, kami mulai berlatih,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Penggerak Grup Sholawat Remas Wonodadi, Ali Zubaidah mengatakan, selama ini dirinya hanya sebagai perantara dari semangat para anak-anak muda ini. “Grup sholawatan ini mulai berdiri sekitar 4 bulan yang lalu, bertepatan dengan Hari Santri. Saya hanya sebagai perantara saja, merekalah yang mempunyai keinginan kuat untuk memulai grup sholawat ini,” kata Ali.

Grup yang beranggotakan 20 pemuda ini, kata Ali, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Tiga diantaranya merupakan kaum hawa. Mereka pun tetap bersemangat menggelar latihan dua kali dalam satu minggu. “Di grup ini ada juga yang masih Sekolah Dasar. Ini sangat mengagumkan, mereka akan menjadi generasi yang luar biasa,” tuturnya.

Meski baru dibentuk sekitar 4 bulan, saat ini grup sholawatan ini sudah memiliki banyak peminat. Mereka pun tidak memungut biaya dari hasil tampilannya. Itu karena mereka sudah berniat untuk amal. “Berkat latihan mereka, mulai banyak yang mengundang mereka di acara-acara tertentu. Baik acara kelahiran anak maupun pernikahan. Dan tidak ada imbalan, karena mereka sudah niat karena Yang Kuasa. Selain itu juga didasari atas kesenangan mereka untuk sholawatan,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, salah satu orang tua bernama Nur Hadi, mengaku senang dengan kegiatan sholawatan yang dilakukan anaknya. Pasalnya, kini anaknya mempunyai kegiatan yang positif.

“Ya daripada anak saya terkena dampak lingkungan yang negatif, setidaknya dengan melakukan kegiatan sholawatan ini dia akan lebih mendalami ilmu agama,” kata Hadi.(blt2)

Keterangan gambar : Suasana latihan grup sholawat Remas Wonodadi.(foto: fathan)