Terbongkar, Sindikat Jual Beli Buku Nikah Aspal

ADAKITANEWS2015-10-09_19.01.10, Ngawi – Sindikat jual beli buku nikah asli tapi palsu (Aspal) berhasil diungkap Satreskrim Polres Ngawi. Terungkapnya jaringan ini, setelah salah seorang janda melapor menjadi korban sindikat tersebut.

Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Pujiono, mengatakan, pengungkapan kasus buku nikah aspal ini bermula dari pelaporan Karni Saputri warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, yang mengaku tidak dapat mengurus akta kelahiran anak hasil pernikahanya dengan Sukardi warga Desa Bubakan, Kecamatan Jogorogo, karena pernikahan mereka dinyatakan tidak tercatat di kantor urusan agama (KUA) setempat.

Mendapat laporan tersebut, petugas akhirnya meminta buku nikah dan keterangan pada Sukardi, suami korban. “Setelah kami periksa, Sukardi akhirnya mengaku buku nikah yang dimilikinya dibeli dari Abusori warga Kabupaten Sragen. Jadi jelas, buku tersebut tidak diterbitkan dari Kementrian Agama, alias palsu,” jelas Kasatreskrim. Jumat, (09/10).

Berdasarkan keterangan itu, petugas langsung menangkap Abusori pada Kamis, (8/10), tanpa perlawanan. Selanjutnya, Abusori dikonfrontir dengan Sukardi dan mengakui telah menjual buku nikah kepada pelaku. Buku nikah aspal itu dihargai Rp 2 juta, selanjutnya uang itu disetorkan kepada seseorang kenalan berprofesi tukang ojek.

“Saya menerima foto dari Sukardi, lalu saya serahkan kepada kenalan itu sekitar satu tahun lalu. Beberapa hari kemudian buku nikah itu jadi, dan saya serahkan kepada Sukardi. Dari penjualan buku nikah aspal itu, saya hanya diberi uang Rp 200 ribu,” jelasnya.

Sukadi mengaku nekat membeli buku nikah aspal itu untuk melegalkan pernikahannya dengan korban. Namun setelah menikah dan melahirkan anak, korban baru mengetahui buku nikah diberikan ternyata aspal. Padahal, status pelaku sendiri masih berumah tangga dan memiliki 2 orang anak, buku nikah aspal dibeli untuk mengelabuhi korban. “Saya punya anak 3 dan istri tua belum dicerai, beli buku nikah aspal itu, juga untuk agar tidak ditangkap masyarakat, karena menikah tidak resmi,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 263. 264 atau 266 tentang keterangan palsu dalam akta otentik dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara. (UK)

Keterangan foto: dua orang pelaku pemakai dan perantara pembelian buku nikah asli tapi palsu (aspal), diperoleh dari seseorang di Kabupaten Sragen, Jateng. Kini keduanya meringkuk di sel tahanan Mapolres Ngawi.

Recommended For You