width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Empat terdakwa perempuan cantik asal Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Lizamaiza Safira, 19, Nur Fazillah Al Fazilah, 27, Qoriah, 27, dan Ayunda, 33, yang merupakan kurir narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram langsung tertunduk lesu pasca dituntut selama 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (31/10). Selain hukuman itu, keempatnya juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara.

Dalam dakwaannya, JPU mengatakan bahwa keempat terdakwa terbukti secara sah melanggar Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Keempat terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti melanggar tindak pidana sesuai diatur dalam pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika,” ujar JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Novita Maharani SH, dalam persidangan yang diketuai oleh I Gede Komang Wijaya Adhi, SH.

Novita menjelaskan, tuntutan yang memberatkan terdakwa adalah lantaran keempatnya dianggap tidak membantu program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, serta dapat merusak generasi muda. “Yang meringankan, terdakwa tidak pernah tersangkut kasus pidana dan menyesali perbuatannya,” ungkapnya.

Atas tuntutan itu, keempat terdakwa langsung mengajukan pembelaan (pledoi) secara lisan kepada majelis hakim dan berharap agar bisa ditahan di Lhokseumawe agar dekat dengan keluarga mereka. “Kami mengakui memang salah, namun kami meminta agar majelis memberikan keringanan untuk penahan kami agar ditempatkan di Lhokseumawe, Aceh. Agar dekat dengan keluarga kami,” ujar terdakwa.

Seperti diketahui sebelumnya, keempat kurir cantik itu ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Juanda serta BNN di kawasan bandara pada Selasa (03/05) lalu. Setiap terdakwa diketahui membawa narkoba jenis sabu seberat 500 gram dan totalnya mencapai 2 kilogram.

Modusnya, keempat terdakwa membawa narkoba dengan menyimpannya di sanggul atas dan selangkangan saat perjalanan menggunakan pesawat Lion Air dari Aceh menuju Bandara Juanda, Sidoarjo. Rencananya, barang haram tersebut akan dikirim ke pulau Madura.(kur)

Keterangan gambar: Keempat terdakwa saat pelimpahan berkas tahap dua oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo.(ist)