Terdakwa Kasus Pencabulan di Kota Madiun Divonis Bebas

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Setelah tertunda sekian lama serta melalui proses persidangan yang panjang, akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Madiun membacakan vonis terhadap Bayu Samodra Wijaya, 21, terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur, warga Jalan Borobudur Kelurahan Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Senin (10/04).

Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa Bayu oleh Jaksa Penuntut Umum dituntut dengan hukuman 7 tahun lantaran dianggap melanggar Pasal 82 ayat 1 UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp 5 miliar. Rupiah. Tak hanya itu, JPU juga menuntut terdakwa dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Anti klimaks terjadi pada persidangan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Madiun. Dari 7 tahun tuntutan JPU, Hakim malah memvonis bebas terdakwa.

Dalam putusannya, Hakim Ketua, Ni Kadek Dianawati, SH, MH, memutus bebas terdakwa dari semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Keputusan bebas ini didasarkan jika semua unsur dakwaan dari JPU tidak terbukti jelas.

Hakim Ketua Ni Kadek Kusumawardani SH, MH, melalui Humas Pengadilan Negeri Madiun, Catur Bayu Sulistiyo,SH menyatakan, ada 6 poin dalam bunyi amar putusan sidang. “Pertama, menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan alternatif satu, dan dua. Kedua, membebaskan terdakwa dari semua dakwaan JPU. Ketiga, memerintahkan terdakwa untuk dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan diucapkan. Keempat, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat, serta martabatnya. Kelima, menetapkan barang bukti pakaian dikembalikan kepada saksi korban. Dan keenam, membebankan biaya perkara kepada Negara,” ujarnya usai persidangan.

Sementara itu menurut Penasehat Hukum Terdakwa, Handoko Setyo Yuwono, putusan Majelis Hakim tersebut adalah tepat serta menjunjung asas keadilan dan kebenaran baik formil maupun materiil. Atas putusan tersebut Handoko mengaku segera akan membuat Surat Pembebasan kliennya. “Surat akan segera kami buat dan dikirimkan secepatnya sebelum jam 00.00 tengah malam nanti,” lanjut Handoko.

Terpisah dari Tim Jaksa Penuntut Umum yang diwakili oleh Jaksa Rini Suwandi mengaku masih akan menyatakan pikir-pikir. “Masih ada waktu selama 7 hari bagi kami (Tim JPU,red) untuk menentukan langkah. Yang jelas saat ini pikir-pikir dulu,” tegas Rini Suwandari SH, dengan mimik serius kepada Tim Adakitanews.com.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, DK, orangtua korban yang tidak bisa hadir di persidangan dikarenakan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan mengaku shock dengan vonis tersebut. “Saya sungguh tidak percaya dengan ini semua. Hal ini tidak adil,” jelasnya.

DK mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak KPAI Surabaya terkait hal ini. Hanya saja, DK belum menyampaikan langkah apa yang nantinya akan dilakukan.(bud)

Keterangan gambar: Suasana sidang putusan.(foto: budiyanto)

Recommended For You