Kediri(adakitanews.com)—Selama pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang terdampak, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang seni. Pasalnya, sampai saat ini para pekerja seni hiburan belum dapat mengadaka pementasan sehingga pelatihan kerja dinilai menjadi modal awal untuk menghadapi pandemi.

Seperti Casandra Marvin, salah satu warga Kota Kediri yang berkecimpung di dunia seni. Dia merasakan penurunan omzet karena tidak ada pementasan selama 10 bulan terakhir. “Saya salah satu pekerja seni atau istilahnya pekerja sor terop (bawah tenda). Akibat pandemi ini, hampir tidak ada pemasukan sama sekali,” katanya, Selasa (2/11/2020).

Menurut Casandra, adanya pelatihan kerja dapat menjadi modal awal untuk mencoba membuka usaha lain di luar bidang seni. “Saya mengikuti pelatihan di lembaga pelatihan kerja (LPK) Kusuma ini sehingga mendapat pengalaman dan kemampuan baru di bidang kuliner,” ujarnya.

Selain mendapat materi kuliner, kata Casandra, para peserta juga dapat mencoba menu lain dengan mengkreasikan berbagai bahan makanan. “Selama lebih dari seminggu ini, kami mendapat berbagai pengalaman dan pelajaran baru, terutama teman baru. Dengan demikian, lebih mudah untuk berkomunikasi apabila ada kreasi masakan baru,” ucapnya.

Sementara itu, Linda pengelola LPK Kusuma menjelaskan, mentor tidak hanya memberikan pelatihan mengolah kue kering maupun kue basah, tapi juga mencoba membuat produk makanan beku. Pasalnya, saat ini makanan beku atau frozen food sangat diminati.

“Kue basah seperti bakpao yang kami berikan sebagai pelatihan ini, bisa menjadi frozen food. Jadi, jika ingin menyajikan hanya cukup dipanaskan saja,” tuturnya.

Mengenai latar belakang para peserta pelatihan, lanjutnya, sebagian peserta merupakan pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). “Sekarang ini untuk mencari pekerjaan itu sangat sulit, dengan adanya pelatihan ini kami harap para peserta dapat menciptakan peluang kerja mandiri,” pungkasnya.(oky).