ADAKITANEWSWarung-3, Madiun – Ambrolnya Jembatan Pule penghubung antar Kecamatan Dagangan-Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, beberapa waktu lalu, ternyata juga menghanyutkan sebagian bangunan warung milik warga. Namun hingga kini, warga yang terkena dampak banjir itu juga belum menerima bantuan apapun dari pemerintah setempat.

Warung itu milik pasangan suami istri Tamuji dan Sukarti, warga Dusun Pule, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan. Separuh lebih bangunan warungnya ambrol dan hingga kini belum mendapat bantuan apa pun. Padahal, kerugian diderita akibat separuh bangunan warung ambrol dibawa banjir itu mencapai Rp 10 juta lebih.

“Bangunan itu ambrol, seiring ambrol jembatan disana. Beruntung saat kejadian dalam keadaan kosong,” jelas Mbah Tamuji, Selasa (6/4).

Selain seluruh perabot di dapur warung hilang, 4 balok kayu jati bangunan itu yang sebelumnya ditawar Rp 2 juta per batang juga hanyut dibawa banjir. “Kami berharap mendapat bantuan, agar dapat memperbaiki warung plus tempat tinggal. Kami hanya bisa bantuan kepada mas-mas wartawan ini, tolong sampaikan kepada pihak terkait,” ujarnya penuh harap.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Eddy Haryanto mengaku mengetahui dampak longsor dialami warga di sekitar Jembatan Pule. Rencananya, secepatnya pihaknya melakukan verifikasi korban bencana bersamaan jembatan putus itu, untuk dijadikan dasar pemberian bantuan.

“Jadi setiap memberikan bantuan selama ini, tidak bisa serta merta. Semuanya harus melalui proses. Usulan bantuan pemilik warung itu juga harus dilaporkan ke Bupati Madiun terlebih dahulu. Saya belum dapat pastikan soal turunnya bantuan, diharapkan makin cepat makin baik,” ujarnya. (UK)

Keterangan Gambar : Kondisi warung dan rumah tinggal pasangan suami istri Mbah Tamuji-Mbah Sukarti di timur jembatan Dusun Pule, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang tergerus akibat banjir .