ADAKITANEWS, Kota Kediri – Perjuangan empat anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Kediri, yakni Ahmad Bagus Nurullah, Moh Taufiq Nur dari SMAN 4, Yoga Salist dari SMAN 4, serta Pegy Verdianti dari SMK TI Pelita Nusantara, layak mendapat apresiasi luar biasa. Tekad mereka untuk mengganti bendera merah putih yang sobek di sebuah pulau kecil di tengah Sungai Brantas Kota Kediri, akhirnya tuntas meski harus melewati beberapa medan berbahaya, Selasa (29/08).

=========

Dengan menggunakan atribut seragam pramuka lengkap, serta ada yang mengenakan kaos berlabel Brigade Penolong, Bagus dan rekan-rekannya berangkat dari kawasan bantaran sungai di bawah Jembatan Brawijaya sekitar pukul 15.30 WIB dengan menaiki dua buah perahu.

Satu perahu tanpa mesin, sengaja dibawa dan diikat dengan perahu lainnya sebagai alat untuk menyeberang agar nantinya bisa mendekat ke lokasi.

Tiupan angin kencang yang ikut mendorong perahu ke arah utara, seakan menjadi pemupuk semangat bagi keempatnya untuk segera tiba di lokasi.

Tepat di bawah jembatan Semampir Kota Kediri, perahu mesin disandarkan dan diikat pada tiang besi jembatan. Beberapa persiapan dilakukan, salah satunya menyiapkan perahu tanpa mesin, yang hanya akan diberi tali dan diulur menuju pulau di sisi utara Jembatan Semampir.

Setelah Bagus dan rekan-rekannya naik ke atas perahu tanpa mesin, sedikit demi sedikit tali diulur. Perahu yang ditumpangi keempat Praja Muda Karana itu, semakin mendekati lokasi bendera merah putih sobek.

Baru sekitar separuh perjalanan, perahu yang ditumpangi keempat remaja itu ternyata tak mau bergerak. Setelah melewati pagar besi di bawah aliran Sungai Brantas, perahu justru tampak bergerak kembali ke arah selatan. Bagus yang sejak awal memegang bambu sepanjang sekitar 8 meter, mencoba mengarahkan perahu agar terus bergeser ke arah utara.

Upaya untuk memposisikan perahu sepertinya tidak mudah. Arus bawah Sungai Brantas yang kuat, memaksa Bagus dan rekan-rekannya untuk berjuang lebih keras. Masih dengan bantuan bambu panjang, Taufiq, Yoga, dan Pegy mencoba ikut menggerakkan perahu menggunakan papan kayu yang mereka jadikan dayung.

“Ini ada pusaran kuat di bawah soalnya,” kata Bagus.

Sekitar 15 menit berjuang melawan arus Sungai Brantas, perahu akhirnya berhasil diarahkan menuju lokasi pulau. Keempatnya, bergegas naik dan melepas bendera merah putih yang sobek, dan menggantinya dengan bendera baru.

Dengan tekad dan kepedulian luar biasa, keempat pemuda itu akhirnya berhasil membuat bendera merah putih kembali berkibar dengan sempurna. “Kepada Sang Merah Putih, Hormat Grak!,” teriak Bagus saat memimpin penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang baru saja mereka tancapkan.

Setelah proses penggantian bendera sobek dan pemasangan bendera baru selesai, keempatnya lantas segera kembali ke perahu.

Perjalanan kembali pun, ternyata tidak lebih mudah dari saat pemberangkatan. Bagus dan rekan-rekannya masih harus berjuang lantaran berkali-kali perahu mereka tersangkut tumpukan bambu di tengah sungai. Beruntung, mereka kemudian mendapat bantuan dari Sugiyanto, warga asal Kelurahan Semampir yang ternyata merupakan orang yang memasang bendera merah putih di lokasi tersebut. “Itu dulu yang memasang saya. Sudah sekitar setahunan lalu,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Kota Kediri, Mukhlis Hidayat mengatakan, upaya penggantian bendera yang sobek di lokasi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda melihat kondisi merah putih.

Para anggota pramuka yang awalnya kesulitan soal transportasi menuju lokasi, akhirnya mendapat dukungan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Syamsul Bahri, yang juga ikut mendampingi dan terus memberikan semangat. “Benar-benar penuh perjuangan,” ucapnya sesaat setelah para anggota pramuka menyelesaikan tugasnya.

Perjuangan keempat pemuda Pramuka tersebut menjadi pelajaran berharga bagi setiap pemuda di Indonesia, bahwa generasi muda tetap harus memiliki kepedulian terhadap Sang Merah Putih, agar tetap berkibar di setiap penjuru nusantara.(kur)

Keterangan gambar: Anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Kediri saat mengganti bendera. (dari kiri) Pegy Verdianti, Ahmad Bagus Nurullah, Yoga Salist, dan Moh Taufiq Nur membawa bendera yang sobek untuk disimpan.(foto: kurniawan)