Terjaring OTT, Pegawai Dinas Penanaman Modal Sidoarjo Diperiksa Polisi

813

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali mengendus praktik pungutan liar (pungli). Hal tersebut diketahui dari dibawanya salah seorang pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sidoarjo ke Mapolresta, Jumat (12/05).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim saber pungli melaksanakan OTT (Operasi Tangkap Tangan) sekitar pukul 13.00 WIB. Beberapa personel dari unit tipikor juga mengamankan seorang pegawai yang bertugas di bagian staf administrasi bernama Anwar. “Setelah Jumatan tadi ada sekitar lima polisi yang datang, tadi kantor sempat ramai,” tutur salah satu pegawai yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, petugas langsung membawa pegawai itu ke dalam mobil. Beberapa polisi yang masih di lokasi juga sempat melakukan penggeledahan. Kondisi itu membuat pegawai lain dipulangkan lebih awal. Dari jam pulang 16.00 WIB menjadi 14.30 WIB. “Jadi pulang cepat,” ujarnya.

Dikonfirmasi awak media, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris membenarkan adanya satu pegawai dinas yang diamankan. Namun, sejauh ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh penyidik. “Dasarnya adalah adanya indikasi perbuatan melanggar hukum,” ungkapnya.

Kompol Harris menjelaskan, sebelumnya petugas mendapat laporan dari masyarakat yang merasa menjadi korban pungli. Informasi itu kemudian mendapat tindak lanjut penyelidikan. Selanjutnya petugas membawa salah satu pegawai untuk dimintai keterangan. “Masih diperiksa, kami masih dalami perannya,” paparnya.

Mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu mengungkapkan, pemeriksaan mendalam perlu dilakukan agar perkara menjadi jelas. Jadi, kasus yang sedang ditangani lebih optimal.

Disamping memaksimalkan barang bukti yang bisa diamankan, pihaknya juga berharap ada efek jera yang ditimbulkan. Dengan begitu praktik curang serupa tidak diulangi pegawai lain. “Nanti setelah pemeriksaan selesai akan dibuka semua ke publik,” ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala DPM PTSP, Reddy Kusuma ketika dihubungi Tim Adakitanews.com melalui ponselnya tidak menjawab. Bahkan saat dikirimi pesan singkat juga tidak ada balasan.(sid2)

Keterangan gambar : Kantor DPM PTSP tutup lebih awal dan wartawan dilarang masuk.(foto : mus purmadani)