width=

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Penanganan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tahun anggaran 2015, akhirnya menyeret Bendahara KONI Kabupaten Blitar, Mohammad Arifin (MA) yang kini ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Blitar.

MA dalam pemeriksaan di ruang penyidik kejaksaan, didampingi oleh kuasa hukumnya, Karsono, yang diperiksa di selama beberapa jam, akhirnya ditahan dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Blitar Kamis (23/03) siang.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blitar, Safi yang dikonfirmasi Tim Adakitanews.com membenarkan penahanan petinggi KONI kabupaten Blitar ini. Safi menjelaskan, bersamaan dengan penyerahan tersangka tahap dua kasus KONI ini, serta berkas dan barang bukti, akhirnya MA dinyatakan ditahan.

“Hari ini agendanya memang tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Blitar ke JPU, dan MA kami tahan dan dikirim ke Lapas,” terang Safi melalui selulernya, di lokasi terpisah.

Sementara, disinggung terkait penahanan terhadap tersangka lainya, DW yang merupakan ketua KONI, safi menjelaskan jika berkasnya masih belum P21. “Tersangka lainya masih belum,” jawab Safi singkat.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi yang ditangani Polres Blitar ini menetapkan dua tersangka petinggi KONI, pasca terbitnya hasil audit BPKP yang menyebut kerugian negara mencapai Rp 972.438.000 dari anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk keperluan atlet. Pemkab Blitar sendiri mengirim 300 atlet dalam acara Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi. Dalam penggunaan anggaran ini, diduga terjadi mark up anggaran. Modusnya, pelaku menggunakan data laporan fiktif, untuk pelaksanaan Porprov tahun 2015.(blt1)

Keterangan gambar: Tersangka MA saat diperiksa petugas.(foto: glorian)