terminal-tulungagung PENUMPANG SEPI@dakitanews Tulungagung – Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, berdampak pada semua sektor ekonomi. Salah satunya adalah kendaraan umum. Sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Gayatri, Tulungagung, mengeluhkan jumlah penumpang semakin merosot pasca penetapan harga BBM bersubsidi yang baru.

Salah satu sopir bus, Sutrisno mengatakan jumlah penumpang terus mengalami penurunan. Terlebih setelah pemerintah mengumumkan harga BBM bersubsidi yang baru. “Tambah sepi sekarang,” ujarnya.

Menurutnya saat ini masyarakat lebih memilih untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Akibatnya tak jarang dalam satu kali keberangkatan, jumlah penumpang di bus hanya belasan orang saja.

Kondisi ini ditambah dengan naiknya tarif bus. Meskipun pemerintah provinsi belum menentukan tarif baru, namun sejumlah bus sudah menaikkan tarif dengan menggunakan tarif batas atas. Langkah ini diambil agar biaya operasional bus tercukupi. “Masak kita tekor terus,” tuturnya.

Sutrisno menuturkan, penurunan jumlah penumpang ini mencapai 70 persen dari sebelumnya. Saat ini dia berharap agar kondisi bisa kembali normal. “Harapannya ya agar pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyat kecil saja,” pungkasnya.(Bram/Jati)

Keterangan Gambar : Situasi Terminal Tulungagung yang semakin sepi pasca kenaikan BBM