ADAKITANEWS, Tulungagung – Meski masyarakat di Indonesia sudah lama terlibat dalam Pemilihan Umum (Pemilu), ternyata banyak dari mereka yang tidak mengerti tujuan dari Pemilu itu sendiri. Mereka beranggapan bahwa Pemilu tersebut hanya memilih. Baik itu ketika Pemilu Kepala Daerah, legislatif maupun Presiden.

Komisioner KPU Tulungagung, Suyitno Arman mengatakan, Pemilu tidak hanya sekadar memilih. Ada prinsip dan demokrasi dalam Pemilu. Yakni pengakuan atas partisipasi rakyat dalam pemerintahan, serta pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Selain itu juga mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman, dan menjamin tegaknya keadilan,” jelas Suyitno Arman, Rabu (20/12).

Lanjut Arman yang juga sebagai Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, menyatakan pentingnya Pemilu adalah menyelesaikan perselisihan dengan damai secara melembaga, menjamin terselenggaranya perubahan dalam masyarakat secara damai, menyelenggarakan pergantian kepemimpinan secara teratur, dan menekan penggunaan kekerasan seminimal mungkin.

“Karena itu, KPU Tulungagung terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya Pemilu ini. Apalagi saat ini tahapan Pilkada serentak sudah berlangsung,” ujarnya.

Suyitno Arman juga menjelaskan ada sembilan sasaran sosialisasi yang berkaitan dengan kepemiluan. Di antaranya pemilih, masyarakat, media masa, parpol, pengawas, pemantau, masyarakat adat, organisasi, dan pemerintah.

Khusus untuk sosialisasi kepada pemilih, diarahkan kepada beberapa asas. Di antaranya keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih disabilitas (difabel). Selain itu juga kepada pemilih berkebutuhan khusus, misalnya pemilih di Lapas, pekerja tambang lepas pantai dan lain sebagainya. Kaum marginal misalnya tuna wisma juga mendapat sosialisasi. komunitas, keagamaan, relawan demokrasi, serta netizen, juga mendapatkan porsi yang sama.(bac)

Keterangan gambar : Salah satu acara sosialisasi tentang Pemilu.(foto : acta cahyono)