2015-12-11_19.17.26ADAKITANEWS, Nganjuk – Markas Polisi Resort (Polres) Nganjuk mendapat teror berupa bom melalui pesan singkat (SMS), Jum’at (11/12). Tim gegana Satbrimob Polda Jatim langsung datang ke Mapolres Nganjuk untuk menyisir area Polres.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.comm, teror tersebut pertama kali diterima oleh anggota unit laka Satlantas Polres Nganjuk, Bripka Edy Prasetyo. Dalam pesan pendek yang dikirim Kamis malam dan dibaca pada Jumat (11/12) pagi itu berbunyi bahwa pengirim SMS mengancam akan meledakan Mapolres pada pukul 09.00 Wib.

Teror itu membuat tim Gegana Satbrimob Polda Jatim langsung datang ke Mapolres Nganjuk untuk menyisir area Polres yang mendapat ancaman bom dari seseorang yang tak dikenal. Seluruh area Mapolres disisir petugas dengan menggunakan metal detektor dan peralatan pendeteksi bom untuk mencari keberadaan bom.

Kabag Ops Polres Nganjuk Sutono menjelaskan, bom tidak ditemukan sesuai isi teror dalam pesan singkat. Namun, Sutono menambahkan, setiap pengunjung terkait pelayanan di Mapolres setempatpun tidak luput dari pemeriksaan petugas.

”Jadi ada telpon dari masyarakat diduga ada bom akan meledak pada jam 09.00 pagi melalui sms. Sesuai dengan SOP kita minta bantuan kepada tim Jibom atau Gegana hasilnya setelah dilaksanakan sterilisasi nihil,” kata Sutono.

Isu teror bom tersebut sempat membuat gempar seluruh petugas di Polres Nganjuk. Tak hanya itu, aktivitas pelayanan masyarakat di Kantor Kepolisian Nganjuk sempat diliburkan.  Kabag Ops Polres Nganjuk, Sutono, menegaskan, isu teror bom yang diterima Polres Nganjuk tidak ada kaitannya dengan ISIS.  Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait motif dan pelaku dari peneror tersebut.

“Isu teror ini tidak ada kaitannya dengan jaringan ISIS yang sekarang sedang ramai dibicarakan,” pungkasnya.(Jati/Zay)

Keterangan Gambar : Diteror bom. Petugas tim Gegana Polda Jatim menyisir seluruh area Mapolres Nganjuk.