Tersangka Korupsi PDAM Bertambah

686

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kejaksaan Negeri Sidoarjo akhirnya kembali menambah jumlah tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lelang pipanisasi 10 ribu sambungan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo muncul. Mereka adalah Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP), Amiruddin dan Pejabat Pembuat Komitmen, Ardhiani yang ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (31/10) lalu.

Penambahan jumlah tersangka itupun mendapat tanggapan dari Amir Burhannudin, Penasehat Hukum terdakwa mantan Direktur Utama PDAM, Sugeng Mujiadi. Amir menganggap, penetapan tersangka oleh kejaksaan tersebut merupakan hal wajar dan memang seharusnya dilakukan. “Ya memang sudah seharusnya (ditetapkan tersangka,red),” ujar Amir saat dihubungi Tim Adakitanews.com, Rabu (02/11) malam.

Penetapan Amiruddin menjadi tersangka tersebut ditegaskan Amir merupakan hal yang sudah seharusnya dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo lantaran Amir diketahui sudah kerap melakukan proses pelelangan serupa, jauh sebelum terdakwa Sugeng Mujiadi menjabat sebagai Dirut.

Bahkan, pengakuan Amiruddin di persidangan yang mengatakan bahwa ia sering mendapat tekanan dari terdakwa Sugeng terkait proyek pengadaan tersebut juga dibantah oleh tim Penasehat Hukum. Amir mengatakan bahwa intimidasi atau tekanan yang diutarakan Amiruddin saat sidang hanyalah sebuah dongeng. “Itu hanya dongeng. Ketika kita konfirmasi dalam sidang, bagaimana dengan proses lelang yang lain? Dia menjawab bahwa dia juga melakukan hal yang sama. Jadi, intimidasinya dimana?,” imbuh Amir.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M Sunarto membenarkan jika ada penambahan 2 tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PDAM Delta Tirta Sidoarjo. Bahkan, penambahan tersangka itu, Kejari juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang lain terkait kasus tersebut. “Benar, kemarin sudah kita tetapkan tersangka. Sekarang juga masih kita periksa 17 orang lagi,” ujarnya.(kur)

Keterangan gambar: Sugeng Mujiadi, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya beberapa waktu lalu.(dok. Adakitanews.com)