IMG_20150611_015711

ADAKITANEWS, Blitar – Ekseskusi Lahan seluas 3721 meter persegi di Kelurahan Babadan Wlingi Kabupaten Blitar pada (10/6) berjalan aman dengan kawalan puluhan aparat Kepolisian, Selama eksekusi berlangsung jalan yang berada di depan lahan eksekusi ditutup sementara waktu demi kelancaran eksekusi. Eksekusi yang tertunda sejak tahun 2012 ini terjadi akibat kasus investasi modal usaha. Rusman Hidayat,SH yang merupakan Kuasa Hukum Baito Sudarmo dkk melakukan gugatan terhadap Haji Kurdi, warga JL.Brawu Kelurahan Bendogerit Kota Blitar.

Menurut Rusman, pada tahun 2001 Baito Sudarmo beserta 7 rekan lainnya menyetorkan uang sebesar 8 Milyar Rupiah kepada Haji Kurdi dengan tujuan investasi modal. Haji Kurdi dikenal sebagai pengusaha sukses dengan banyak obyek bisnis yang salah satunya adalah properti.

“Baito Sudarmo beserta tujuh rekan nya menyetorkan uang kepada Haji Kurdi sebesar kurang lebihnya 8 Milyar Rupiah. Namun karena uang itu oleh Haji Kurdi tidak digunakan sebagaimanna mestinya maka Baito Sudarmo dan teman-temannya meminta agar uang tersebut segera dikembalikan,” ungkap Rusman.

Lebih lanjut Rusman menjelaskan, seiring berjalannya waktu uang tersebut oleh Haji Kurdi tidak kunjug dikembalikan dan pihak Baito Sudarmo mengajak berinisiatif menyelesaikan masalah ini secara mufakat kekeluargaan namun tidak mengalami titik temu. Akhirnya dari pihak Baito Sudarmo mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Blitar.

“Ketika kami mengajukan gugatan itu kami menyadari jika nantinya menang maka penggugat akan menang kertas saja, lalu dari pihak penggugat mengincar aset yang dimiliki oleh Haji Kurdi dan ketemulah aset yang sekarang dieksekusi ini,” jelasnya

Dijelaskan oleh Rusman dalam mendapatkan aset ini tidaklah mudah. Pasalnya Haji Kurdi meminta bantuan kepada seseorang yang bernama Muhaimin Ahmad dalam memproses aset tersebut.  Dalam proses tersebut, Haji Kurdi menyerahkan semua aset itu kepada Herman Widianto. Maka menurut Rusman gugatan akhirnya juga dilayangkan kepada Muhaimin Ahmad dan Herman Widianto.

“Kami jelaskan ke Badan Pertanahan jika aset ini berperkara karena pada saat itu sertifikat aset ini masih proses di Badan Pertanahan”.Kata Rusman.

Ditambahkan oleh Rusman bahwa di dalam proses pengadilan ada mediasi dan dari pihak penggugat sangat mengiginnkan jalan damai namun lagi-lagi tidak ada titik temu. Setelah mediasi itu tibalah pada Keputusan Pengadilan yang tidak memuaskan pihak penggugat.

“Karena tidak puas dengan putusan Pengadilan Negeri Blitar maka kami dari penggugat akhirnya mengajukan banding ke pengadilan tinggi dan putusan dari Pengadilan tinggi jelas, jika Haji Kurdi sebelumnya menerima uang dari kami sebesar 8 Milyar dan disalahgunakan maka sebagai gantinya Haji Kurdi harus menyerahkan asetnnya yang saat ini dieksekusi ini kepada kami,” ujarnya

Dijelaskan oleh Rusman bahwa pasca Putusan Pengadilan Tinggi ini pihak dari Herman dan Muhaimin mengajukan Kasasi dan dari proses Kasasi ini akhirnya diketahui bahwa aset itu sudah berpindah tangan kepada Abimanyu (alm). “Akhirnya pihak penggugat berperkara dengan Abimanyu dan menyelsaikan dengan jalan damai”.Kata Rusman.

Menurut Juru Sita Pengadilan Negeri Blitar Bambang Yuwono dalam kasus ini pihak penggugat berhak memiliki aset milik tergugat yang saat ini dieksekusi berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Blitar berdasarkan Surat Penetapan Nomor : 51/Pen.Pdt.6/2004/PN.Blt dan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Surabaya Tgl 2 Maret 2007 Nomor : 5118/Pdt/2006/PT.Sby serta Surat Putusn Mahkamah Agung Republik Indonesia Tgl 14 Mei 2009 Nomor 794 k/Pdt/2008.

“Garis Besarnya menghukum tergugat satu yang memperoleh hak dari padanya atau pihak tergugat dua terbanding dan tergugat tiga terbanding untuk menyerahkan tanah sengketa seluas 3721 m2 kepada penggugat dalam keadaan kosong dan bebas tanggungan, yang dimenangkan Baito Sudarmo dkk”.Kata Bambang. (wir/jati)