width=

2016-06-01_10.48.26ADAKITANEWS, Kota Kediri- Tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Kediri pada tanggal 14 Juni 2016 ilegal. Pasalnya, tes tersebut tidak berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali).

SMAN 2 Kota Kediri yang berlokasi di Jalan Veteran Nomor 7, Rabu (01/06) tampak ramai dikunjungi para calon peserta didik baru yang mengambil formulir pendaftaran untuk mengikuti tes akademik pada tanggal 14 Juni 2016 besok. Namun, PPDB yang diselenggarakan oleh pihak sekolah tidak mengacu pada Perwali Kediri.

“Tes akademik yang akan diselenggarakan SMAN 2 Kota Kediri tanpa Perwali,” ungkap Anang Santoso, Ketua PPDB tahun 2016.

Ia menambahkan, tes akademik yang akan diselenggarakan oleh panitia PPDB sudah mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan Kota Kediri sehingga, pihak sekolah merasa izin tersebut sudah cukup sebagai dasar hukum. “Kami sudah dapat izin penyelenggaraan dari Disdik. Dan tidak perlu adanya perwali,” jelasnya.2016-06-01_10.47.03

Saat ditanya isu tentang jual beli kursi calon peserta didik baru di lingkungan SMAN 2 Kota Kediri. Anang Santoso tidak berkomentar panjang. “Terserah, itu hak mereka,” tegasnya.

Sementara, Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri menjelaskan, semua peraturan tentang PPDB harus berdasarkan prosedur. Siswanto menambahkan, kalau tidak ada Perwali di setiap aturan kedinasan, maka tes akademik PPDB yang diselenggarakan oleh SMAN 2 Kota Kediri tidak boleh berlangsung. “Semua sudah diatur oleh Perwali, kalau tidak ada mana mungkin bisa kita melaksanakannya,” urai Siswanto.

Untuk diketahui, sesuai keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri nomor 423.5/2196/419.42/2015 tentang petunjuk teknis PPDB, menyatakan penerimaan anak didik baru menggunakan sistem online real time bagi SMP, SMA, dan SMK. (blot)

Keterangan Gambar: Calon anak didik saat melihat jadwal pelaksanaan PPDB di SMAN 2 Kota Kediri, Rabu (01/06). (Foto: Iwan Fahmi)