ADAKITANEWS, Tulungagung – Satu dari ratusan anggota Kepolisian Resort Tulungagung, diduga mengkonsumsi obat-obatan. Ini diketahui setelah diadakan tes urine bagi anggota kepolisian di Mapolres Tulungagung, Selasa (12/09).

Setelah apel pagi, seluruh jajaran Polres Tulungagung secara mendadak dilakukan pemeriksaan urine. Tes ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat penegak hukum.

“Tes urine seperti ini, telah rutin dilakukan. Ini sesuai perintah Kapolres, agar jajaran Kepolisian Resort Tulungagung terbebas dari pengaruh obat-obatan terlarang dan Narkoba,” kata Iptu Haryono, Kasi Profesi dan Pengamanan Polres Tulungagung.

Pelaksanaan tes urine yang mendatangkan dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung ini, dari 112 anggota yang dijadwalkan untuk dilakukan tes, ternyata tidak seluruhnya menjalani tes. Sebanyak enam anggota absen dengan alasan sedang cuti dan lepas dinas.

Sementara hasil temuannya, seorang anggota polisi diduga telah mengkonsumsi obat-obatan. Karena dalam indikator multiscreen narkoba atau alat yang dipergunakan untuk mendeteksi kandungan obat yang terdapat dalam urine, menunjukkan positif. “Memang hasil dari tes ada satu orang anggota yang positif. Namun yang bersangkutan mengaku bahwa baru saja mengkonsumsi obat batuk, sambil menunjukkan jenis obat yang dikonsumsi,” tambah Haryono.

Lanjutnya, meski yang bersangkutan telah menunjukkan jenis obatnya, tapi tetap akan kita tindaklanjuti dengan dilakukan tes ulang. “Tes serupa akan tetap dilaksanakan, hanya saja waktu dan tempatnya tidak bisa saya sampaikan, agar hasil tes akurat,” ujar Haryono.

Ditanyakan soal akurasi hasil tes urine ini, dokter Yuyun Widyawati, dokter dari RS Bhayangkara yang memimpin tes menyatakan bahwa tes ini valid. Karena alat tes urine MultiScreen, merupakan alat penguji urine dengan enam parameter. Dan alat ini mampu membaca air kencing seseorang mengandung enam jenis narkoba diantaranya amfetamin, med amfetamin, ganja, morphin, benzodiasepin, dan kokain.

“Multiscreen ini valid, tingkat akurasinya mencapai 99 persen, bahkan mereka yang mengkonsumsi narkoba sejak tiga hari sebelumnyapun akan terdeteksi,” kata dokter Yuyun Widyawati, menjamin.(ta1)

Keterangan gambar : Anggota polisi saat menjalani tes urine.(ist)