ADAKITANEWS, Tulungagung – Nasib tragis menimpa Ngaliyanto, petani asal Dusun Mundu Desa Bungur Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Pria berusia 58 tahun tersebut tewas terbakar saat tengah membakar lahan tebu miliknya sendiri, Senin (18/09) pagi.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui pamit pergi ke ladang tebu miliknya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya di RT 3/RW 2. Saat itu, korban bermaksud membakar bekas tanaman tebu miliknya setelah dipanen.

“Korban sejak pagi membersihkan daun-daun tebu yang habis dipanen dengan cara membakarnya,” kata Yateno, tetangga korban.

Lanjut Yateno, angin yang bertiup kencang kemudian menyebabkan kobaran api cepat membesar. Korban awalnya berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke lahan tebu milik tetangganya. Namun tanpa disadari, api sudah menjalar ke seluruh area lahan milik korban, hingga korban terkepung kobaran api.

“Korban sudah berupaya untuk menyelamatkan diri, tapi terjatuh di tengah kobaran api. Sementara orang-orang di sekitarnya yang kebetulan sedang melakukan tebang, tidak berani menolong korban,” tambah Yateno.

Kapolsek Karangrejo, AKP Pudji Hartanto yang dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa orang meninggal dunia akibat terbakar di lahan tebu tersebut. “Polisi mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi,” kata AKP Pudji Hartanto.

Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, korban sudah dalam kondisi terbakar dari kaki sampai kepala. “Semua terbakar tapi kondisi tubuh masih utuh. Saya lihat tidak ada (tanda penganiayaan,red). Tadi juga dari tim medis sudah mengecek, tidak ada tanda tanda penganiayaan atau luka lain, hanya luka bakar. Selanjutnya korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat,” ujar AKP Pudji Hartanto.(ta1)

Keterangan gambar : Petugas melakukan olah TKP.(foto : acta cahyono)