Tiang Penyangga Diterjang Luapan Air, Kerangka Jembatan Kali Klatak Roboh

326

ADAKITANEWS, Blitar – Jembatan penghubung antara Desa Serang dengan Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar ambrol, setelah tiang penyangga jembatan tidak kuat menahan terjangan luapan air.
Robohnya jembatan yang masih dalam proses pembangunan dan masih berbentuk kerangka ini, terjadi akibat luapan air Kali Klatak karena hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Harpianto Nugroho mengatakan, pembangunan jembatan Kali Klatak yang dilakukan oleh rekanan itu saat ini sudah masuk dalam proses pemasangan sebagian kerangka besi dan balok kayu.

Ditegaskannya, jauh-jauh hari pihaknya sudah memberikan masukan dan mengingatkan kepada rekanan yang membangun jembatan untuk berhati-hati dengan kondisi alam di sekitarnya. “Kami sudah ingatkan, agar berhati-hati karena kondisi Kali Klatak itu jika hujan sedikit saja airnya pasti meluap. Sehingga kondisi alam seperti ini yang harus dicermati,” jelas Harpi, Rabu (18/10).

Harpi menuturkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan rekanan untuk tetap melanjutkan pembangunan jembatan Kali Klatak, dengan kerangka yang lebih baik, dan cocok untuk konstruksi jembatan yang berada di atas sungai. “Kita akan segera rapatkan, bagaimana kedepannya rekanan akan melanjutkan pembangunan jembatan Kali Klatak ini,” paparnya.

Menurut Harpi, kontrak dengan rekanan untuk membangun jembatan Kali Klatak hanya sampai bulan Desember. Namun jika tidak dimungkinkan untuk menyelesaikan sesuai dengan kontrak, pihaknya akan meminta rekanan membuat surat perjanjian kerja baru (SPK) dan dilanjutkan pada bulan Januari 2018.

“Memang seharusnya selesai Desember sesuai dengan kontrak, namun pekerjaan seperti ini apalagi berkaitan dengan pembangunan kan tidak bisa dipaksakan,” pungkas Harpianto Nugroho.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Andi Widodo mengatakan, proyek jembatan itu masih menjadi tanggung jawab rekanan. Karena dalam kontrak pembangunan pasti ada masa pemeliharaan selama 6 bulan. “Kita akan segera undang Dinas PUPR untuk rapat menyelesaikan masalah ini,” ujar Andi.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kondisi jembatan kali klatak yang roboh.(ist)