IMG_20150624_192530

ADAKITANEWS, Kediri – Puluhan aktivis kesehatan Indonesia, Rabu, (23/6) mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri. Pasalnya, Dinkes tidak memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk dua warga miskin sedang sakit parah dan tidak bisa berobat kerumah sakit.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, kedua warga miskin tersebut yakni Musanah,50, warga Desa Tawang Kecamatan Wates dan Miskam,50, warga Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Keduanya tengah terbaring di rumah masing-masing dan tidak bisa berobat ke rumah sakit karena tidak punya biaya. Musanah didiagnosa mengidap penyakit hypertensi dan stroke, sedangkan Miskam didiagnonas mengalami gangguan syaraf.  Kedua warga miskin tersebut tidak mwmiliki Jamkesmas karena proses dalam peneyerahan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ditolak oleh Dinkes Kabupaten Kediri.

Perihal ini yang membuat puluhan Aktivis Kesehatan Indonesia mendatangi Dinkes Kediri untuk menanyakan alasan Dinkes menolak pengajuan SKTM dari dua warga miskin tersebut. Daniel Arisandi koordinator aksi menuturkan, kedua warga miskin sudah mengirimkan SKTM sebagai syarat untuk mendapatkan Jamkesmas. Namu, pihak Dinkes  menolak dengan alasan prosedur tersebut belum sesuai dengan verifiksi.

“Pihak Dinkes seharusnya segera memproses Jamkesmas, agar mereka (warga miskin -red) bisa secepatnya di obati,” jelasnya

Leboh lanjut Daniel mengatakan, Dinkes bisa menggunakan mekanisme dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dalam menentukan kategori warga miskin. Pada ketentuan TNP2K tersebut warga dinyatakan miskin dan mendapatkan jaminan sosial apabila penghasilannya sebulan dikurangi pengeluaran kurang dari 300 ribu rupiah.

“Proses verifikasi dengan 11 kategori keluarga miskin itukan sudah tidak relevan,” terang Daniel

Sementara itu Dr. Adi Laksono Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri membantah telah menolak pengajuan SKTM milik miskam dan musanah. Menurutnya, petugas dari Dinkes sudah meloloskan pengajuan SKTM tersebut. “Ini hanyalah kesalah pahaman. Kami sudah meloloskan itu berdasarkan persyaratan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai hasil verifikasi,” bantahnya

Setelah beberapa jam berdiskusi dengan Dinkes, puluhan aktivis kesehatan meninggalkan kantor Dinkes, setelah pihak Dinkes Kabupaten Kediri memberikan jaminan akan menerima pengajuan SKTM dua warga miskin, dengan catatan ketentuan dalam verifikasi data dipenuhi. (zay).

Keterangan Gambar : perwakikan mahasiswa saat klrifikasi dengan pihak dinkes kab. Kediri.