Tiga Anggota Spesialis Pembobol BPR Tetangkap Polisi

ADAKITANEWSbpr Curat-1, Madiun – Sebanyak 3 anggota komplotan spesialis pencurian dan pembobolan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan, diungkap jajaran Satuan Reskrim Polres Madiun. Komplotan spesialis pembobol BPR ini, ditangkap pasca beraksi membobol Unit Cabang Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun di Jalan Raya Nglames, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Dari ketiga komplotan itu, hanya tersangka Umar Bin M Iskak, 40, warga Jalan Pilang Mulya, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, ditahan di Polres Madiun. “Dari pemeriksaan Umar, pria kelahiran Deli Serdang, Sumut, ternyata melakukan dua kali pembobolan BPR,” jelas Kasubag Humas Polres Madiun, AKP Suprapto, Selasa (26/5).

Lokasi pembobolan BPR yaitu di Kecamatan/Kabupaten Madiun dan Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Hasilnya di Kabupaten Madiun menyikat satu unit layar monitor plus uang Rp 200 ribu. Lalu, dari BPR di Kecamatan Kawedanan hanya mendapat satu kotak di dalamnya hanya terdapat uang Rp 10 ribu.

Sedangkan dua rekan tersangka yakni Suson Bekti Jalan Mangga dan Rizki Jalan Sawo, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun,  lebih dahulu diamankan Satuan Reskrim, Polres Madiun Kota dalam kasus pencurian rumah kos. Dalam aksinya, tersangka dan rekannya saat membobol PD BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun di Unit Cabang Nglames itu, menggunakan linggis dan obeng besar untuk mencongkel pintu belakang BPR.

Atas perbuatannya, tersangka bisa dijerat pasal 363 ayat ke-1 ke 3e, 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Madiun, guna mengungkap kemungkinan ada kasus lain yang dilakukan tersangka bersama anggota komplotannya.

Umar mengaku saat beraksi di BPR Kecamatan Kawedanan, Kebupaten Magetan, melibatkan dua orang berbeda yaitu pecatan anggota TNI dan seorang anggota TNI aktif. “Saya kenal, satu pecatan anggota TNI dan satunya anggota (TNI) masih aktif. Naas dalam aksi itu hanya mendapati uang Rp 10 ribu dalam kotak kayu, kemudian dibuang di sungai dalam perjalanan pulang,” jelas Umar.

Di BPR Kabupaten Madiun mendapatkan uang tunai Rp 200 ribu dan layar monitor komputer yang belum sempat terjual di rumah Umar. “Rp 200 ribu dibagi bertiga untuk membeli makan, rokok dan bensin, layar monitor dititipkan di rumah. Saya terdesak kebutuhan, sebab jadi penjual gorengan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya lagi. (UK)

Keterangan Gambar : Sejumlah barang bukti dari tangan tersangka Umar warga Kota Madiun, komplotan spesialis Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang diduga melibatkan pecatan anggota TNI dan anggota TNI aktif

Recommended For You