Tiga Pengedar Upal Dibekuk Polres Ngawi

upal madiunADAKITANEWS, Ngawi – Petugas Sat Reskrim Polres Ngawi membekuk kawanan pengedar uang palsu (upal). Polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 2.500 lembar atau total Rp 250 juta serta 3 orang tersangka. Kini, ketiganya meringkuk disel tahanan Mapolres Ngawi, guna menjalani pemeriksaan intensif guna kepentingan penyidikan.

“Berawal dari penangkapan Imam Syafi’i, 38, warga Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tertangkap warga sekitar Terminal Bus Gendingan masuk Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jum’at (13/3) dinihari lalu,” jelas Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Pujiono, Rabu (18/3).

Dari tangan Imam Syafi’i didapati sisa upal sebanyak Rp 29,3 juta, sebelumnya oleh warga Imam Syafi’i dibawa ke Polsek Widodaren, selanjutnya kasus ditangani Sat Reskrim Polres Ngawi.  Warga merasa geram sempat memukuli Imam Syafi’i. Beruntung dapat diselamatkan tokoh masyarakat setempat, sehingga terhindar dari luka serius.

Dalam pemeriksaan intensif, Imam Syafi’i mengakui ada 2 rekan lainnya melakukan pengedaran upal yaitu Murti Widodo, 55, warga Desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri dan Abdulrahman, 40, warga Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya, petugas melakukan penangkapan keduanya, sebagai pengedar upal.

Barang bukti (BB) disita petugas dari tangan Imam Syafi’i sebanyak 291 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu, uang tunai Rp 167 ribu,  satu unit motor jenis Yamaha Xeon GT Nopol AG 5923 VH. Sedangkan dari tangan Murti Widodo ditangkap terlebih dulu sebanyak 433 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan satu unit HP merek LG warna hitam.

Setelah itu, Abdulrahman diamankan dengan uang senilai Rp 270 ribu, 1 unit HP merek Mito warna putih berikut beberapa rokok dalam kemasan. Dari pengembangan kasus upal itu diketahui bahwa Imam Syafi’i disuruh istrinya sendiri inisial KN untuk mengedarkan upal sebelumnya dibeli dari Murti Widodo.

Selaras dengan pengakuan Murti Widodo, dirinya mendapatkan upal setelah membeli dari Abdulrahman dengan harga 1 banding 4, artinya 4 lembar upal Rp 100 ribu ditukar satu lembar uang asli dengan nilai pecahan sama. “Modus dilakukan para tersangka cukup sederhana yakni dengan cara membelikan rokok di toko pinggiran jalan dan dipergunakan untuk makan di warung,” ujar AKP Pujiono.

Menurutnya jumlah upal yang telah diedarkan para tersangka mencapai ratusan juta rupiah. Kini petugas masih memburu 2 orang lagi untuk mengetahui siapa pencetaknya serta otak peredaran. Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 245 KUHP dan pasal 26 jo pasal 36 UURI Nomor 07 Tahun 2011 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (UK)

Keterangan Gambar : Inilah sisa barang bukti (BB) uang palsu (upal) digunakan kawanan pengedar. Dalam aksinya mereka berhasil ‘melepaskan’ upal di pasaran hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Recommended For You