59398ADAKITANEWS, Madiun – Tim Forensik Laboratorium Managemen Konstruksi (MK) Fakultas Teknik Sipil, Universitas Brawijaya (Unibraw) Kota Malang, memeriksa bangunan proyek embung Pilangbango, Jum’at (20/3). Hal ini menyusul adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek embung, mengarah dugaan kasus korupsi.

Tim Unibraw Malang berjumlah 20 orang melakukan pemeriksaan kualitas beton, maupun konstruksi bangunan.  Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Madiun, Kusuma Jaya Bulo, S.H mengatakan, tim ahli UB Malang, beberapa waktu lalu juga melakukan pengecekan di lokasi embung, sehingga hasilnya akan dicocokkan kembali.

Menurutnya kedatangan tim ahli, selain melihat volume pekerjaan proyek, juga dimungkinkan karena ada dua gambar tidak sama antara perencanaan dengan hasil di lapangan. “Ya, mungkin ada gambar yang berbeda, jadi nanti misalnya itu dipalsukan oleh siapa, ahli bisa tahu. Jadi gambar ini saya rasa sangat penting,” ujar Kasi Pidsus Kejari Madiun.

Sementara itu, Ketua Tim Forensik Laboratorium Managemen Konstruksi UB Malang, Sugeng Prayitno Budio mengungkapkan banyak hal dilakukan tim ahli untuk mengecek kualitas bangunan, mulai kondisi data perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan.

Tim ahli juga melakukan pengecekan sesuai tidaknya  kondisi gambar, mulai posisi semula sampai terjadinya penurunan atau ambrolnya bangunan. “Kami lihat kondisi gambarnya, cek dan ukur berapa penurunannya, kondisi perencanaan semula pada ketinggian berapa, sekarang posisisnya dimana, pokoknya seluruhnya dicek,” jelasnya.

Ia mejelaskan tim ahli memerlukan waktu sekitar tiga minggu untuk untuk melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah beton. Selanjutnya, tim melakukan evaluasi, kemudian diserahkan ke kejaksaan. Saat ini tim tidak dapat menyampaikan secara rinci ada tidaknya kerugian negara, sebab hanya  dapat mengetahui secara visual bahwa kondisi bangunan banyak roboh. (uk)

Keterangan Gambar : Tim Forensik Laboratorium Managemen Konstruksi Universitas Brawijaya Malang, saat melakukan pemerikaan Embung Kota Madiun.