ADAKITANEWS, Kota Blitar – Kasus perampokan toko emas di Pasar Cangkring Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar pada Jumat (06/10) lalu yang menelan kerugian mencapai Rp 500 juta, mendapat perhatian dari Polda Jatim.

Terbukti, kini Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jatim ikut terjun memburu kawanan perampok ini. Tim Jatanras Polda Jatim pun sudah tiga hari ini berada di Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya kini dibackup full oleh Tim Jatanras Polda Jatim dalam mengungkap kasus perampokan toko emas. Bahkan sekarang tim dari Polres Blitar Kota dan Tim Jatanras Polda Jatim sedang bekerja bekerja untuk segera mengungkap kasus ini.

“Pasca kejadian, malam harinya Tim Jatanras Polda Jatim langsung terjun ke Blitar. Tim Jatanras Polda Jatim juga sudah melihat tempat kejadian perkara (TKP) perampokan,” kata AKP Heri, Senin (09/10).

AKP Heri menyayangkan, di lokasi tidak ditemukan Closed Circuit Television (CCTV). Baik di toko emas atau di sekitar lokasi. Padahal menurutnya, kalau ada kamera CCTV sangat membantu petugas dalam mengungkap peristiwa kejahatan. Polisi hanya mengandalkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang milik pelaku yang tertinggal di lokasi untuk proses penyelidikan.

“Kami sudah sering mengimbau pemilik toko agar memasang kamera CCTV di tempat usahanya. Itu bisa dijadikan petunjuk bagi polisi dalam mengungkap kejahatan. Kami juga sudah meminta bantuan ke pemerintah daerah agar memasang kamera CCTV di tempat-tempat keramaian,” ujar AKP Heri.

Lebih lanjut AKP Heri menjelaskan, soal keterkaitan pelaku perampokan di Toko Emas Permata Jaya dengan pelaku perampokan di Toko Emas Al-Hikmah Pasar Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, polisi saat ini masih mempelajarinya. Ia mengakui, modus perampokan dan sepeda motor yang dikendarai pelaku perampokan di Pasar Cangkring sama seperti peristiwa perampokan di Pasar Bendilwungi Tulungagung.

“Kemungkinan itu ada, tapi semua masih masih dalam penyelidikan. Biarkan kami bekerja dulu untuk mengungkap pelakunya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, enam kawanan perampok bersenjata api beraksi di Toko Emas Permata Jaya Pasar Cangkring Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Jumat (06/10). Perampok sempat melukai pemilik toko, Askuri, 50, sebelum menggasak perhiasan lebih kurang seberat 2 kilogram dari toko itu. Hasil olah TKP, polisi menemukan tas milik pelaku yang tertinggal di dalam toko emas. Polisi menduga, tas yang tertinggal itu akan digunakan pelaku untuk memasukkan perhiasan dari toko emas. Polisi juga menemukan proyektil peluru yang tercecer di depan toko emas.(fat/wir)

Keterangan gambar: AKP Heri Sugiono, Kasatreskrim Polres Blitar Kota.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171009_175009-1024x574.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171009_175009-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,blitar,perampokan,toko emas
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Kasus perampokan toko emas di Pasar Cangkring Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar pada Jumat (06/10) lalu yang menelan kerugian mencapai Rp 500 juta, mendapat perhatian dari Polda Jatim. Terbukti, kini Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Jatim ikut terjun memburu kawanan perampok ini. Tim Jatanras...