AdaKitaNews Daerah Tindak Tegas Pembuang Sampah Sembarangan

Tindak Tegas Pembuang Sampah Sembarangan

ADAKITANEWSIMG_20150317_094928, Kota Kediri – Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Kediri, belakangan ini gencar melakukan operasi tangkap tanggan (razia) pembuang sampah di sembarang tempat. Kegiatan ini dilakukan lantaran kesadaran masyarakat setempat terhadap kebersihan lingkungan terbilang relative rendah.

Informasi dihimpun adakitanews.com, menyebutkan, operasi yang dilakukan pada petang dan dini hari itu, dimulai sejak awal Maret 2015. Dalam operasinya petugas DKP Kota Kediri,  bersama sejumlah relawan peduli kebersihan berhasil menangkap puluhan pelaku pembuang sampah di tepi jalan raya dan sungai.

Pelaku pembuang sampah sembarangan yang tertangkap, kemudian dilakukan pendataan oleh petugas. Mereka juga diberikan pembinaan tentang larangan membuang sampah sembarangan berikut rencana sanksi yang akan diberlakukan kepada mereka.

Kepala DKP Kota Kediri,  Didik Catur melalui Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Endang Kartika, yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut tak mengelak. Pihaknya mengatakan bahwa operasi tangkap tanggan ini dilakukan untuk memberikan efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat terutama yang gemar membuang sampah di sembarang tempat.

“Hasil razia yang kami jalankan pada saat malam hari dan dini hari, telah berhasil mendapati sebanyak  sepuluh orang lebih pembuang sampah, diwaktu dan tempat berbeda. Tapi setelah kami data dan lakukan pembinaan serta peringatan keras untuk tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat, meraka kami lepaskan” jelasnya.

Menurut Endang, masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, itu kerap membuang sampah baik berasal dari pedagang kaki lima (PKL) maupun rumah tangga di tepi jalan raya dan sunggai. Mereka pun tak jarang membuang sampah pada saat hari mulai gelap.

“Makanya, kami rela menyanggong di tempat yang biasa dijadikan laganan untuk membuang sampah itu mulai pukul 22.00 WIB – 03.00 WIB. Karena, waktu dimana, mereka (PKL-red) usai berjualan tidak membuang sampah pada tempatnya, tetapi di tepi jalan ” ungkap Endang lebih lanjut.

Ada juga sejumlah warga, ia mengatakan,  melakukan hal yang sama. Karena,  tidak ada Satgas Gerobak sampah atau petugas pengangkut sampah, dari rumah tangga ke tempat pembunangan akhir (TPA).

“Operasi tangkap tanggan yang kami lakukan di Jl. H.O.S Cokroaminoto Kel. Jamsaren, Kec. Pesantren, Kota Kediri, kemarin. Kami mendapti warga setempat membuang sampah di tepi jalan raya. Meraka megaku, di tempat tinggalnya tidak ada petugas pengangkut sampah.” Ujarnya.

Saat ini, ia mengungkapkan, DKP  Kota Kediri, sudah mengantonggi identitas warga yang melakukan pembuangan sampah di sembarang tempat, sebanyak 20 orang lebih.  “Data ini kami laporkan ke kelelurahan, (sesuai tempat tingga mereka -red), sebagai catatan dan dilakukannya pembinaan lebih lanjut.” Ujarnya.

Endang menambahkan, operasi tangkap basah pembuang sampah sembarangan akan dilakukan hingga 1 tahun kedepan. Dengan operasi tersebut diharapkan agar masyarakat kota kediri tidak kaget, dan tertib dalam mengolah sampahnya dengan cara membuang pada tempatnya.

“karena, sesuai peraturan daerah (Perda) Pengolahan Sampah Nomor 3 tahun 2015, yang saat ini masih dalam proses revisi oleh Gubernur Jawa Timur, itu sanksinya sanggat tegas. Yaitu bagi pembuang sampah sembarangan akan dikenakan saksi berupa denda sebesar Rp 200 ribu atau menyapu jalan raya sepanjang 500 meter” tegasnya. (ys).