Kediri(adakitanews.com)—Ratusan warga Dusun Bangunmulyo Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri melakukan aksi menolak kepulangan Riyanto (35), pelaku pembacokan. Sementara ini, Riyanto pelaku pembacokan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa Lawang, Malang.

Aksi kebrutalan Riyanto pada Senin (7/3/2022) yang lalu, mengamuk secara membabibuta hingga menyebabkan 3 nyawa melayang dan 7 warga sekarat.

Aksi ratusan warga di Dusun Bangunmulyo di RW 12, RT 39, 40, 41 dan 42, melakukan penolakan kepulangan Riyanto ini lantaran masih trauma dan takut.

Ratusan warga yang terdiri kaum pria, wanita besar dan kecil melakukan aksinya di depan gang masuk ke Dusun Bangun Mulyo, Jumat (25/3/2022). Mereka trauma berat dengan aksi sadis Rianto yang membunuh dan menganiaya warga dan keluarganya sendiri.

Warga memasang banner penolakan, yang dipasang di pintu masuk gang Dusun Bangun Mulyo. Tak hanya itu warga juga melakukan penggalangan tanda tangan untuk menolak Riyanto pulang.

Salah-satu warga Lulun mengaku, pasca kejadian pembunuhan sadis oleh Rianto, warga lingkungan sangat trauma. Mereka berharap agar Rianto dihukum seberat-beratnya sebagai balasan terhadap perbuatannya.

“Kami warga trauma berat atas pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Rianto. Bahkan ada suara sedikit saja di hati langsung merinding. Kami warga tidak setuju jika Rianto akan dipulangkan. Harusnya Rianto dihukum yang seberat-beratnya,”kata Lulun, warga Lingkungan Bangun Mulyo.

Sementara ketua RT 41, Nurhkolis mengatakan, seluruh warga sepakat menolak jika Rianto dipulangkan. Bahkan warga sudah menggalang tanda penolakan dan diserahkan kepada Kepala Desa.

“Jadi seluruh warga Bangun Mulyo sepakat dan menolak, jika Rianto akan dipulangkan ke rumahnya disini. Akibat trauma warga disini aja sampai dengar suara kodok aja takut. Kami dan seluruh warga juga sudah membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap kepulangan Rianto,”jelas Nurkholis, Ketua RT 39.

Kepala Desa pojok Darwanto mengatakan, sebagai kepala Desa pihaknya menampung dan mendukung aksi dari warga. Karena warga Lingkungan Bangun Mulyo memang trauma berat.

“Namun kami menghimbau agar aksi dari warga dilakukan secara santun dan tetap menjaga situasi dan kondisi lingkungan agar tetap aman dan kondusif.” terang Darwanto.(Gar).