ADAKITANEWS, Kota Blitar – Selama pelaksanaan Operasi Patuh 2017, Satlantas Polres Blitar Kota sudah mendapatkan 696 pelanggar. Pelanggar lalu lintas yang terjaring ini didominasi kendaraan roda dua, yang rata-rata tidak memiliki kelengkapan berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM).

KBO Lantas Polres Blitar Kota, Iptu Nanik Suryana, S Sos, mengatakan, bahwa pada Operasi Patuh tahun ini pihaknya menargetkan 900 pelanggar lalu lintas. Ia memperkirakan, dengan pelaksanaan operasi yang masih menyisakan tujuh hari kedepan, pihaknya dapat melampaui target. “Kemungkinan target terpenuhi. Bahkan lebih karena ini masih menyisakan tujuh hari lagi,” tegasnya, Selasa (16/05).

Iptu Nanik mengungkapkan, Satlantas Polres Blitar Kota menindak pengguna jalan yang melanggar lalu lintas dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan bermotor serta kendaraan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Rata-rata mereka tidak memiliki SIM sehingga kami tindak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setelah Operasi Patuh akan ada kembali Operasi Rahamadania yang dilakukan menjelang datangnya bulan Suci Ramadan. Untuk Operasi Rahamadania, pihaknya mengedepankan imbauan pada pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, agar tidak terjadi kecelakaan. “Menjelang Puasa, dengan adanya Operasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelanggar lalu lintas yang terjaring razia selama operasi patuh, dilakukan penindakan dengan penerapan elektronik tilang atau e-Tilang.(blt2)

Keterangan gambar: Suasana Operasi Patuh di wilayah hukum Polres Blitar Kota.(ist)