7 Pegawai Pengadilan Tertangkap Main Judi

ADAKITANEWS1045012_549937965072413_441235951_n, Ponorogo – Sebanyak 7 pegawai Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo diamankan anggota Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Ponorogo. Mereka kedapatan bermain judi domino di rumah dinas khusus penjaga di bagian belakang kompleks gedung PN Ponorogo, tepatnya depan kantin, pada Kamis (1/10) petang, kemarin.

Ketujuh pegawai PN Ponorogo tersebut belakangan diakui sebagai dua orang petugas panitera, satu orang juru sita, tiga staf PN dan satu orang pegawai honorer. Mereka digelandang ke Mapolres Ponorogo oleh sejumlah provost Polres Ponorogo pukul 15.30 Wib atau menjelang habis jam kerja. Dari lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah kartu domino dan uang sebesar Rp2 juta berbagai pecahan.

Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama menyatakan, kejadian pada Kamis petang tersebut bukan merupakan penggerebekan maupun penangkapan. Mantan Kapolres Pasuruan ini berdalih penggelandangan ketujuh pegawai PN Ponorogo tersebut adalah proses klarifikasi atas informasi masyarakat soal adanya anggota Polres Ponorogo yang sering bermain kartu sambil taruhan uang di lingkungan gedung PN Ponorogo.

“Bukan ditangkap. Mereka digelandang ke sini (Mapolres Ponorogo) untuk diklarifikasi ada tidak anggota yang judi disitu. Informasi dari anggota saya pagi ini (kemarin) tidak ada anggota Polres yang bermain judi. Nah, kalau bukti (bahwa para pegawai PN Ponorogo) tersebut sedang berjudi atau tidak, saat ini sedang didalami anggota Satreskrim,” jelas AKBP Ricky, kemarin.

Ketua PN Ponorogo Suparman membenarkan adanya 7 orang bawahannya yang sempat diperiksa penyidik Polres Ponorogo dengan alasan terlibat judi. Namun Suparman membantah kalau para bawahannya tersebut sedang berjudi. Menurutnya, mereka sedang berlatih permainan domino berpasangan sebagai permainan yang sering digelar dalam beberapa kesempatan seperti Agutusan.

“Domino berpasangan memang pernah jadi permainan waktu Agustusan kemarin. Mereka (anak buahnya) sedang bermain domino sambil menghabiskan jam kerja sebelum pulang, tidak berjudi. Begitu pengakuan mereka saat saya panggil tadi pagi (kemarin), versi penyidik apa ya tidak tahu,” ujar Suparman saat dikonfirmasi.

Soal uang  diamankan polisi sebagai barang bukti, Suparman mengaku telah memintai keterangan kepada anak buahnya tersebut. Panitera dan staf PN tersebut,  mengaku uang tersebut bukan uang taruhan judi domino. Uang tersebut adalah uang yang mereka kumpulkan untuk patungan makan bersama di luar setelah pulang kerja. Ada pula yang mengaku tidak sedang bermain kartu tapi baru saja datang untuk mengantar teh dan kopi pesanan para pemain kartu.

Meski begitu, Suparman menyatakan tetap menyerahkan penanganan persoalan ini ke Polres Ponorogo. “Apakah nanti lanjut atau tidak kan tergantung penyidiknya. Judi atau bukan kan kami belum tahu,” ujarnya.

Suparman enggan berandai-andai soal masa depan kasus ini. Termasuk soal kemungkinan diperlukannya pengacara bagi para pelaku yang bisa jadi akan meningkat statusnya sebagai tersangka hingga terdakwa.

“Jika memang terbukti tentu akan ada sanksi. Mulai dari teguran sampai skorsing dan sebagainya,” ujarnya.  Sejauh ini, persoalan ini tidak sampai mengganggu kinerja PN Ponorogo. Apalagi, ke-7 pegawai itu diperbolehkan pulang pada Kamis menjelang tengah malam lalu.

Informasi dihimpun menyatakan Kamis malam, Suparman sempat mendatangi Mapolres Ponorogo dan menemui Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama. Namun, keduanya memilih tidak berkomentar soal pertemuan pasca penggelandangan ke-7 pegawai PN Ponorogo itu. (ags)

Keterangan foto : ilustrasi

Recommended For You