ADAKITANEWS, Kota Kediri – Sekitar dua ratus tukang becak di Kota Kediri mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Selasa (19/09). Para tukang becak ini merasa resah dengan kehadiran Go-Jek di Kediri, yang membuat penghasilan mereka turun drastis.

Ratusan tukang becak tersebut berkumpul di depan kantor DPRD Kota Kediri sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa perwakilan tukang becak, kemudian langsung diajak audiensi dengan Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon.

Salah satu perwakilan tukang becak, Sugianto menyatakan bahwa dirinya merasa dirugikan dengan adanya Go-Jek. “Sebelum ada Go-Jek saya dulu sehari bisa dapat 3 penumpang. Namun setelah Go-Jek ada di Kediri, penumpang yang dulunya langganan kami pada pindah ke Go –Jek. Saya dan semua tukang becak di Kediri berharap semoga Go-Jek di Kediri ditutup,” ujarnya.

Laki laki asal Balowerti itu juga menyatakan bahwa sebenarnya di Kota Kediri ini, belum siap dengan adanya transportasi online. “Kediri ini kota kecil, belum siap dengan adanya Go-Jek,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon mengatakan bahwa di Kota Kediri banyak masyarakat yang berprofesi sebagai tukang becak, dan wajib dilindungi keberadaannya. “Masih banyak saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai tukang becak. Dan itu harus kita lindungi. Kita selaku pemegang kuasa regulator, kami akan berusaha memberikan proteksi agar ketika ada praktik-praktik ojek online, nantinya tidak sampai ada yang mendistorsi keberadaan tukang becak,” tegasnya.

Menurut Yunon, DPRD nantinya akan berusaha menyalurkan aspirasi mereka ke Pemkot dan Dinas Perhubungan. “Nantinya kita akan berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait, dan melaporkan hal ini supaya nantinya cepat diberikan regulasinya,” tutupnya.

Harapannya, lanjut Yunon, permasalahan antara tukang becak dan Go-Jek ini nantinya bisa selesai. Masing-masing profesi, bisa hidup nyaman dan tidak ada yang merasa terganggu.(kdr1)

Keterangan gambar: Ratusan tukang becak berkumpul di halaman Masjid Baiturrahman.(foto: muchlis ubaidhillah)