ADAKITANEWS, Kota Blitar – Pemerintah Kota Blitar masih menunggu Peraturan Daerah (Perda) yang baru soal tarif retribusi parkir di wilayahnya.

Sambil menunggu hingga Perda ditetapkan, Pemkot masih akan menggunakan Perwali nomor 48 tahun 2015 tentang parkir, dimana sepeda motor dikenai Rp 1.000 setiap kali parkir di tepi jalan umum. Namun nyatanya, masih banyak Juru Parkir (Jukir) bandel yang mengenakan tarif diatas perwali, seperti di Jalan Semeru Kota Blitar.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suharyono mengatakan, berdasarkan pengaduan dari masyarakat, para jukir di area Jalan Semeru sering menaikan tarif sesuka hati tanpa melihat aturan yang ada. “Masyarakat itu sudah resah sebenarnya. Karena harganya (tarif parkir) nggak sesuai,” katanya Jumat (31/03).

Selain tidak berpatok pada aturan yang berlaku, lanjutnya, dari pengakuan masyarakat, para jukir juga sering tidak menggunakan tanda pengenal dari Dishub Kota Blitar.

Priyo mengaku, parkiran di utara alun-alun Kota Blitar memang sulit diatasi. Pasalnya dari tiga kali razia yang telah dilakukan hingga tindakan represif seperti menyita karcis dan kejar kejaran, namun para jukir masih saja menarik tarif dengan harga sesukanya. “Kita bersama Unit Saber Pungli juga sempat menyita karcisnya, tapi mereka masih saja berulah,” jelas Priyo.

Kepada Tim Adakitanews.com, Priyo menambahkan bahwa razia parkir liar akan terus dilakukan demi menjaga kenyamanan masyarakat di Kota Blitar.(blt1)

 

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono.(dok. Adakitanews.com)