2015-12-15_13.11.45ADAKITANEWS, Jombang- Sebanyak enam perusahaan besar di Jombang, Jawa Timur, mengancam bakal merelokasi pabrik mereka keluar Kabupaten Jombang. Wacana relokasi itu menyusul tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat tahun 2016 ini yang dinilai cukup tinggi.

Ke enam pabrik yang melakukan wacana tersebut diantaranya, empat pabrik sepatu, PT. Volma, PT, Venesia, PT. Pei Hai dan PT. Sue serta dua  pabrik pemotongan kayu yakni PT. SUB dan PT. Seng Fong. Kenaikan UMK menjadi Rp. 1,9 juta membuat naik upah sekitar Rp. 200 ribu dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 1,7 juta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Heru Widjajanto mengatakan, ancang-ancang hengkang itu bakal dilakukan jika perusahaan benar-benar tidak mampu lagi membayar upah buruhnya. Pasalnya, beban perusahaan pada pos pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.

Bahkan, Kata Heru, hampir seluruh perusahaan di Jombang mengancam bakal menutup dan memindahkan pabrik mereka ke luar kota Jombang jika merugi akibat tingginya UMK.

“Kalau pasti tidak, kami berusaha untuk tidak relokasi, tapi mereka sudah menyampaikan ke kami, kami ini mencoba untuk menghambat mereka untuk tidak relokasi, ya salah satunya mengatur jam kerja, harapan kami tidak terjadi PHK besar-besaran,” kata Heru Widjajanto, Selasa (15/12)

Namun demikian, Dinas terkait tetap mengupayakan agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi. Sejauh ini Pihak perusahaan sendiri sudah menyiasati agar beban biaya operasional perusahaan seimbang dengan income yang ada.

Yakni dengan mengubah mekanisme kelompok maupun jam kerja. Dengan demikian, kata Heru, jumlah buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PKH) bisa diminimalisir.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Heru Widjajanto, menjelaskan, hingga saat ini sudah tercatat sekitar 1700 an buruh menjadi korban pemecatan oleh pihak perusahaan. Hal itu menurut Heru merupakan efek dari terus melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS sejak beberapa waktu lalu hingga sekarang yang tembus sekitar Rp. 14.080 per dollar AS.

“Ketetapan UMK sendiri dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Sehingga, besaran UMK itu sudah sesuai hasil survey KHL (Kebutuhan Hidup Layak-red) di Jombang,” pungkas Heru Widjajanto.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Kepala Dinsosnakertrans Jombang, Heru Widjajanto.