ADAKITANEWS, Kota Kediri – Penjemputan Gelar Raja Adat Ibrahim Datuk Tan Malaka dilakukan pihak keluarga di lokasi pemakaman Desa Selopanggung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Selasa (21/02). Proses upacara adat hanya cukup mengambil segumpal tanah sebagai pengganti Jasad Tan Malaka.

Penjemputan Gelar Raja Adat Ibrahim Datuk Tan Malaka dilaksanakan oleh pihak keluarga beserta Tan Malaka Institute (TMI). Mereka yakin, di lokasi tersebutlah Ibrahim Datuk Tan Malaka dimakamkan. Yakni berada di Desa Selopanggung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

Sebagai pengganti jasad, pihak keluarga hanya mengambil segumpal tanah dari tempat persemayaman salah satu Pahlawan Nasional tersebut. Sesuai dengan adat daerah di Kabupaten Limapuluh Kota, pihak keluarga pun rela melakukan perjalanan darat sejauh lebih dari 2.000 kilometer, hanya dengan menggunakan bus selama 5 hari.

Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Propinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ferizal Ridwan yang saat itu juga ikut dalam rombongan Penjemputan Gelar mengatakan, prosesi yang dilakukan di makam Ibrahim Datuk Tan Malaka adalah prosesi Basalin Baju. Yakni prosesi mengumumkan kepada semua orang serta alam semesta jika pengganti Raja Adat Bunga Setangkai telah dilakukan, dengan cara pengambilan Tanah Makam Tan Malaka sebagai lambang. “Sesuai ajaran agama, unsur tanah sudah bisa dipakai pengganti Jasad Tan Malaka,” kata Ferizal Ridwan.

Terpisah terkait penetapan makam Pahlawan Ibrahim Datuk Tan Malaka, pihak Pemerintah Kabupaten Kediri menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Pusat. “Kalau benar makam tersebut sesuai keyakinan pihak Pemkab Limapuluh Kota ada di Desa Selopanggung, itu sah-sah saja. Pihak Pemkab hanya merawat makam tersebut jika memang benar,” ujar Masykuri di lokasi prosesi.

Dikatakan, prosesi yang digelar oleh pihak Pemkab Limapuluh Kota beserta keluarga Ibrahim Datuk Tan Malaka hanya penjemputan gelar saja. “Jadi gelar Raja sesuai adat mereka masih melekat pada Ibrahim Datuk Tan Malaka, dan untuk melepas serta mewariskan gelar raja tersebut pihak keluarga harus melakukan prosesi ini. Rencananya dilakukan beberapa tahun lalu, namun baru tahun ini bisa dilakukan upacara mungkin karena masih perlu persiapan yang sangat matang,” imbuh Masykuri.(kdr4)

Keterangan gambar : Prosesi Adat Keluarga Ibrahim Datuk Tan Malaka.(ist)