ADAKITANEWS, Tulungagung – Penyu lekang (lepidochelys olivacea) dan penyu hijau (chelonia mydas) merupakan dua jenis penyu langka yang kerap singgah di Pantai Sanggar, Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung untuk bertelur. Ini dimungkinkan karena letak Pantai Sanggar yang terpencil, dan kondisinya yang masih relatif bersih dari campur tangan manusia sehingga cocok sebagai tempat penyu langka melepaskan telur-telurnya.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sanggar, Purwanto, biasanya kedua jenis penyu tersebut datang ke Pantai Sanggar pada bulan Mei hingga Agustus.

“Pada bulan Mei hingga Agustus merupakan masa berbagai jenis penyu bertelur. Karena itu pada bulan tersebut, Pantai Sanggar banyak jenis penyu lekang dan penyu hijau,” kata Purwanto.

Namun sayangnya sarang tempat meletakkan telur-telur penyu tersebut tak luput menjadi intaian sejumlah predator, terutama biawak yang banyak terdapat di Pantai Sanggar. Besarnya ombak laut selatan Jawa, juga menjadi ancaman hilangnya telur-telur penyu.

Untuk melestarikan keberadaan penyu lekang dan penyu hijau ini, Pokdarwis Pantai Sanggar melakukan upaya penyelamatan telur penyu dari predator dan gelombang laut yang menggerus sarang telur penyu. “Anggota Pokdarwis akan memindahkan telur, jika dirasa tidak aman. Baik ancaman dari biawak maupun gelombang laut. Kita pindah ke tempat yang aman agar bisa menetas,” tambah Purwanto.

Pemindahan telur-telur penyu tersebut dilakukan secara manual, mengambil dari sarang dengan cara menggali dengan tangan, kemudian dengan hati-hati dipindahkan ke sarang baru yang dibuatkan terlebih dahulu yang letaknya dirasa aman, namun tidak jauh dari pantai.

“Pokdarwis juga melakukan pemantauan secara bergantian untuk melihat perkembangannya. Ini kita lakukan agar keberadaan penyu-penyu tersebut tidak punah,” ujarnya.

Dari pengalamannya selama ini, Purwanto menjelaskan, proses menetas telur penyu menjadi tukik (anakan penyu) betina, memerlukan waktu 55 hari. Sedangkan untuk menjadi tukik jantan, dibutuhkan waktu selama 80 hari dengan cara memperdalam lubang sarang telur. Pokdarwis ini lebih banyak menetaskan tukik jantan. Karena di alam bebas, satu betina penyu harus dibuahi minimal tujuh penyu pejantan.(ta1)

Keterangan gambar : Pokdarwis Pantai Sanggar melakukan pemindahan telur penyu (ist)