width=

ADAKITANEWS, Blitar – Meseno, 51, dan Siti Nafiah, 52, pasangan suami istri (pasutri) warga Dusun Wonorejo RT 4/RW 2 Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, ditemukan warga tewas dalam kondisi menggantung di bawah jembatan, belakang rumahnya, Jumat (31/03) pagi. Sebelum gantung diri, keduanya diketahui sempat terlibat cekcok mulut lantaran orang ketiga.

Muriah, saksi mata kejadian mengaku pertama kali menemukan jasad pasutri tersebut saat ia sedang memasak di dapur dan hendak memetik cabai yang ada di seberang sungai. Muriah yang hendak menyeberang melalui jembatan terkejut lantaran mengetahui Meseno dan Siti Nafiah sudah dalam posisi tergantung di bawah jembatan. “Awalnya saya melihatnya cuma Suaminya (Meseno,red). Ternyata sama Istrinya juga,” ungkapnya kepada Wartawan.

Muriah yang saat itu panik lantas berteriak dan berlari memanggil menantu korban yang berada di depan rumah korban. “Saya lari, terus menantunya saya panggil,” kata dia.

Petugas yang saat itu mendapati laporan langsung mengecek tempat kejadian. Tak lama berselang, Polisi dibantu warga sekitar berusaha mengevakuasi, dan jenazah keduanya dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan visum.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, Meseno dan Siti Nafiah mengakhiri hidupnya setelah sebelumnya terlibat cekcok lantaran faktor orang ketiga. “Dugaan awalnya karena ada orang ketiga. Kita akan terus periksa,” katanya saat dikonfirmasi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Jalan Kalimantan Kota Blitar.

Saat disinggung adanya dugaan pembunuhan sebelum melakukan gantung diri, ia masih belum berkomentar. “Kalau itu masih akan terus kita dalami,” tutupnya.(blt1)

Keterangan Gambar : Jasad Meseno dan Siti Nafiah saat masih menggantung di bawah Jembatan.