ADAKITANEWS, Tulungagung – Tahun 2018 mendatang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung mengusulkan kenaikan UMK sebesar Rp 1.671.035,77.

Jumlah tersebut naik sekitar Rp 133 ribu dibanding pada 2017. Hal ini tertuang dalam surat Nomor 560/285/407.110/2017, perihal usulan penetapan UMK 2018 Kabupaten Tulungagung. “Usulan kami sudah kami kirimkan pada Jumat (10/11) malam. Kami masih menunggu penetapan dari Gubernur tentang kenaikan upah minimum,” kata Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans, Kristihanawati, Rabu (15/11).

Lanjut Kristihanawati, sesuai hasil rapat antara Pemkab, Dewan Pengupahan, dan perwakilan pengusaha beberapa hari lalu memang sudah sepakat dan memutuskan besaran UMK tahun depan. “Makanya setelah rapat, langsung kami teruskan ke Pak Bupati untuk mendapatkan persetujuan,” katanya.

Kristihanawati berharap, penetapan dari Gubernur Jawa Timur nanti tidak berbeda jauh dari usulan tersebut. Kendati demikian, pihaknya tidak mau berandai-andai lebih jauh, karena itu wewenang dari Pemprov. “Kami hanya tinggal menunggu saja kepastiannya seperti apa nanti,” ujarnya.

Jika usulan kenaikan UMK disetujui Gubernur, maka besaran UMK di Tulungagung naik hingga 8,7 persen dari UMK tahun ini yang sebesar Rp 1.537.150. Hal tersebut dianggap sudah sesuai dengan PP Nomor 78/2015 yang memang mengatur urusan pengupahan.(ta1)

Keterangan gambar : Ilustrasi(google.com)