ADAKITANEWS2015-10-12_12.54.17, Kota Kediri – Sebanyak 30 orang pelaku kesenian jaranan”Wahyu Krida Budaya” melakukan aksi di Gedung Pemerintahan Kota Kediri. Dalam aksinya, para anggota jaranan itunmeminta kejelasan terkait Festival Reog Nasional ke XXII yang diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Kabupaten Ponorogo lalu..

Dalam2015-10-12_12.53.41 Festival Reog tahunan tersebut, “Wahyu Krida Budaya” paguyuban jaranan asli Kota Kediri tidak dapat menampilkan kebolehannya karena tidak mendapatkan jatah tampil dari Disbudparpora Kota Kediri. Setelah perwakilan anggota dari”Wahyu Krida Budaya” mengecek jalannya perlombaan tersebut ke Kabupaten Ponorogo, didapatinya ada rombongan jaranan dari kota kediri yang ikut dalam Festival.

“Waktu anggota kami mengecek kelokasi lomba didapati kelompok jaranan asal Kota Kediri,”ungkap Hanif selaku koordinator lapangan dalam aksi tersebut.

Menurut Hanif, setelah diusut lebih dalam, ternyata utusan yang mengatas namakan jarana asal Kota Kediri adalah kelompok jaranan asal Kabupaten Ponorogo yang sudah disewa oleh pihak Disbudparpora Kota Kediri.”Ketika ditanya lebih dalam, katanya mereka sudah disewa untuk main dalam Festival kali ini oleh Disbudparpora,”jelasnya.

Diakuinya, para seniman pecinta jaranan yang tergabung dalam”Wahyu Krida Budaya” merasa kecewa pada pemerintah khususnya Disbudparpora yang sudah menyita hak para pelaku seni jaranan untuk tidak mengambil andil dalam Festival tahunan tersebut.

“Kami kecewa pada pemerintah, karena selama ini usaha kami untuk melestarikan kesenian jaranan tidak pernah dinilai,”tutur Hanif.

Sementara,beberapa pejabat Pemerintahan Kota Kediri yang memasuki ruang mediasi bersama para demonstran masih belum mau memberikan keterangan terhadap kejadian itu.(Blot).