width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Wakapolsek Balongbendo Sidoarjo, AKP Hariyanto, 46, yang tertangkap tangan memiliki 4,2 gram narkoba jenis sabu di saku dan laci meja kerjanya, ternyata memiliki dua kali riwayat mendapatkan SKHD (Surat Keputusan Hukuman Disiplin).

Yang pertama adalah pada 2011 silam, lantaran AKP Hariyanto terbukti menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. Kedua adalah pada 2014, yakni hukuman disiplin karena oknum perwira tersebut menolak menjalani tes urine.

Dijelaskan sebelum melakukan penangkapan, Kapolresta Sidoarjo, AKBP Muh Anwar Nasir sempat menaruh curiga dengan gelagat AKP Hariyanto saat berada di Mapolsek Balongbendo, Minggu (13/11). Benar saja, setelah dilakukan penggeledahan ternyata di tas Wakapolsek itu tersimpan alat hisap sabu. “Kemudian saya lakukan penggeledahan dan ditemukan dua paket sabu di sakunya seberat 0,36 gram dan 0,48 gram,” ujarnya, Selasa (15/11).

Penggeledahan kembali dilakukan Kapolresta Sidoarjo ke ruang kerja Wakapolsek. Hasilnya, kembali ditemukan alat hisap sabu yang di dalamnya masih tersisa sabu seberat 3,36 gram. “Di ruang kerjanya, kami temukan senpi (senjata api,red) rakitan jenis revolver beserta 7 butir peluru,” imbuhnya.

Hingga saat ini, oknum perwira yang sempat menjabat sebagai Kasubdit Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya itu masih mendekam di sel tahanan Mapolresta Sidoarjo dan menjalani pemeriksaan. “Saat ini masih kita lakukan penyidikan,” pungkas mantan Kapolres Nganjuk ini.(kur)

Keterangan gambar: Kapolresta Sidoarjo, AKBP Muh Anwar Nasir saat memberikan keterangan kepada awak media.(foto: kurniawan)