width=

rps20161027_102749ADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri Abudullah Abu Bakar menghadiri acara Kopi Tahu di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojorot, Rabu (26/10). Selain berbincang masa depan Kota Kediri, acara juga dikemas dengan bantuan sosial (bansos) Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas).

Pantauan tim Adakitanews.com, Kopi Tahu yang berada di Gang 8 Utara Bandar Kidul ini dimulai sekitar pukul 19.30 Wib. Seluruh warga sudah berkumpul menajadi satu untuk membecirakan semua permasalahan di tempatnya. Agar segera mendapatkan solusinya, Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri mengajak seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dibawahnya. Mulai dari Kepala Dinas Sosial (Dinsosnakertrans), Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan (Disperindag tamben), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kebersihan (DKP), hingga Direktur RSUD Gambiran serta kepala Dinas lain di Kota Kediri.

Mas Abu yang didampingi Wakil Walikota Lilik Muhibbah mengawali dengan membagikan bansos kepada puluhan warga Bandar Kidul. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu janda miskin ditempat tersebut. Kemudia, Kopi Tahu baru dimulai dengan diawali penyampaian sejumlah program yang ada di Kota Kediri. Diantaranya, Kopi Tahu, Prodamas serta satuan tugas (Satgas) Pungutan Liar (Pungli) yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

“Program – program ini kami harap mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Dengan terus ikut dalam setiap memberikan kritik dan sarannya kepada kami (Pemerintah,red). Karena, tanpa masyarakat saya yakin, kami yang ada disini ini bukan siapa-siapa,” kata suami dari Ferry Silviana Abu Bakar ini.

Selain itu, dengan adanya Kopi Tahu ini Mas Abu berharap semua elemen masyarakat bersama untuk mencari solusi setiap permasalahan yang ada di Kota Kediri. Dengan begitu, tambahnya, sudah tidak ada lagi saling menyalahkan baik masyarakat dengan Pemerintah maupun sebaliknya.

“Sekarang sudah bukan jamannya saling menyalahkan, tapi saatnya kita saling bergandengan tangan mulai dari Pegawai Pemerintah hingga masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Demi menciptakan Kota kita tercinta ini lebih baik lagi,” urai Mas Abu.

Sedikit prakata dari Walikota, Mas Abu langsung memberikan waktu sepenuhnya kepada masyarakat. Kesempatan bertemu dengan Pemerintah Daerah tidak disia-siakan oleh warga. Sejumlah pertanyaan dan permasalahan yang ada langsung disampaikan oleh warga, diawali dengan Rina warga yang setiap harinya berprofesi sebagai tukan kebersihan. Dia mengeluhkan belum ada jalur dari gang 1 Kelurahan Bandar Kidul menuju ke GOR Jayabaya.

rps20161027_102904“Saya minta ada jalur sendiri Pak untuk akses jalan warga Gang 1 ke GOR Jayabaya agar lebih mudah saat kami ingin rekreasi disana,” ujarnya

Mas Abu menanggapinya, bahwa sebenarnya jika mengingingkan akses jalan baru harus melalui prosedur, salah satunya dengan mengadakan musyawarah ditingkat Kelurahan terlebih dahulu. “Untuk pembangunan akses baru itu musywarah dengan warga dahulu untuk pembebasan tanah atau pembelian tanah bagi yang memilki, kami membantu nantinya warga menjual harga yang tinggi jadi untuk itu dimusyawarahkan dahulu” ungkap Mas Abu.

Sementara, Supriyatno salah satuwarga yang mengelola sampah mengungkapkan program yang dia miliki bersama Karangtaruna setempat. Pihaknya sebagai bang sampah, sudah mengumpulkan setiap sampah yang ada dan nantinya dipilah dan dipilih. Sampah yang masih layak akan dikreasikan oleh pemuda setempat menjadi kerajinan. Namun, karena ini terobosan baru Ia mengaku masih kesulitan untuk mencari mangsa pasar.

“Selama ini kita masih menjualnya ke Surabaya saja. Mungkin nanti ada program baru, kami harapkan bisa mengikuti itu, agar bisa menjual hasil karya-karya kami. Ini memang menjadi salah satu kreasi kami pak wali. Kami juga masih kekurangan lahan, mungkin ada lahan dari Kelurahan yang bisa kami gunakan untuk menampung sampah itu,” katanya

Mas Abu mengapresiasi kreatifitas dari pemuda Kota Kediri. Menurutnya, ide-ide kreatif itu harus dikembangkan agar bisa menjadi pemasukan ekonomi warga. Mas Abu melihat, tenun ikat yang ada di Kelurahan Bandar Kidul sekarang sudah mendunia dengan semakin banyak permintaan karya khas warga Kediri ini.

rps20161027_102834“Ide-ide ini sangat kreatif, itu nanti bisa dikembangkan mungkin kreasi barang yang sekarang lagi banyak diminati masyarakat. Saya harapkan pak Lurah juga menyoroti ini, memprioritaskan kegiatan positif ini. Untuk lahan, saya minta maaf mungkin itu sebelumnya dimusyarahkan denga Pak Lurah dan warga terlebih dahulu agar tidak terjadi permasalahan dibelakangnya,” urai Mas Abu.

Agenda Kopi Tahu berjalan dengan cukup cair, karena warga merasa puas dengan setiap permasalahan yang mereka hadapi setidaknya mendapatkan angin segar. Setelah hampir tengah malam, Kopi Tahu diselesaikan, Mas Abu yang sudah mencatat permasalahan warganya berjanji akan datang lagi untuk memastikan, apakah permasalahan yang warganya hadapi sudah diselesaikan apa belum.

“Pertanyaan-pertanyaan tadi sudah saya catat, saya akan kesini lagi. Saya berharap, permasalahan tadi sudah bisa terselesaikan,” tutup Walikota Kediri termuda ini.(ADV/Hms/Zay)

 

Keterangan Gambar : Kopi Tahu di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.(foto : Zayyin)