width=

Jalan TolADAKITANEWS, Madiun – Sejumlah warga Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, mendatangi proyek tol untuk mempertanyakan soal makam setempat, Kamis (02/06). Aksi ini sempat diwarnai dengan memasang pancang dan tali rafia sepanjang makam yang berhimpitan dengan ruas jalan tol.

Pantauan tim adakitanews.com, Babinsa dan Babinkantibmas  Sawahan mengawal aksi yang dilakukan beberapa warga tersebut. Koordinator Aksi Arif Priambodo dalam orasinya mengungkapkan keinginan warga agar makam dan akses jalan diperbaiki. “Kami hanya meminta makam segera diganti atau dipindah, lalu akses jalan ke makam agar diperkeras. Kami hanya butuh kejelasan, bukan janji,” ujarnya

Setelah berorasi, Babinsa dan Babinkantibmas meminta warga untuk dialog dengan pihak pengembang. Dialog yang dihadiri unsur Muspika Sawahan, kepala desa, pengembangan (PT Waskita Karya) dan Sub Kontraktor (PT Budi Jaya), berakhir dengan baik. “Dalam dialog tadi semua pihak memahami, baik pengkerja proyek maupun warga,” jelas Dandim 0803 Madiun Letkol (Inf) Rachman Fikri didampingi Danramil 0803/17 Sawahan Kpt (Arh) Untung Wiyono.

Sementara, Perwakilan PT Waskita Karya Agus S mengatakan siap lakukan perbaikan jalan ke makam hari ini juga. Namun, terkait pemindahan makam pihaknya memilih menunggu penyelesaian dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kami belum bisa memutuskan soal pemindahan makam, karena belum ada penyelesaian dari BPN. Jika selesai, kami janji secepatnya memindahkan makam itu,” jelasnya.

Akhirnya, massa dengan damai meninggalkan lokasi pertemuan dengan menyalami unsur Muspika Sawahan dan pengembang. “Kami janji secepatnya direalisasikan, jika dari BPN selesai,” ujar Agus.(UK)

Keterangan Gambar : Warga Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, mendatangi proyek tol untuk mempertanyakan  soal makam setempat dan memasang patok berhimpitan dengan proyek jalan tol.(Foto: Agoes Basoeki)