2016-04-22_08.42.59ADAKITANEWS, Nganjuk – Ratusan warga Desa Putren Kecamatan Sukomoro datangi balai desa setempat. Mereka menuntut mundur Nidi Basuki Kepala Desa (Kades) Putren dari jabatannya, karena telah menggelapkan dana proyek pembangunan tol Trans Jawa.

Desa Putren merupakan salah satu kawasan terdampak dari proyek pembangunan tol Trans Jawa. Anggaran yang sudah ada untuk Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T), mereka menganggap telah digelapkan oleh Kades.

Pantauan tim adakitanews.com, ratusan warga mendatangi Balai Desa dengan membawa soundsystem dan keranda mayat. Selain itu, banyak tulisan provokatif yang menuntut Nidi untuk turun dari jabatannya.

“Kami minta Nidi turun dari jabatannya. Kami sudah bawakan surat pernyataan pengunduran diri untuk Nidi,” ujar Paliama koordinator lapangan aksi

Namun, Nidi tidak ingin keluar dari ruang kerjanya, membuat aksi terus berjalan hingga menjelang sore.

2016-04-22_08.43.22Kapolsek Sukomoro AKP Sugeng Suhariyono menyatakan bahwa aksi yang berlangsung sekitar enam jam ini berjalan dengan kondusif dan aman. Perihal laporan tersebut, pihaknya akan memproses jika ada bukti dari penggelapan dana.

“Kami akan tetap layani permintaan warga jika ada bukti yang kuat,” katanya

AKP Sugeng menambahkan, pihaknya akan terus berkonsentrasi menjaga daerah itu jika sewaktu-waktu terjadi gejolak dari Warga. “Saat ini petugas berkonsentrasi menjaga jika tiba-tiba ada gejolak dari warga,” urainya.(Jati)

Keterangan Gambar : Demo warga terhadap perangkat desa yang menggelapkan uang warga untuk pembesasan Tol Trans Jawa