IMG_9784@dakitanews Kediri – Warga penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kabupaten Kediri masih menggap dana yang mereka terima adalah dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Terlebih saat ditanya tujuan mereka diberikan dana oleh pemerintah, seluruh warga yang antre tidak ada yang bisa menjawab. Mereka hanya beranggapan yang penting mendapat jatah bantuan.

“Tidak tahu mas mengapa ada program ini. Yang penting kita dapat jatah duit,” ungkap Susiati, salah seorang penerima PSKS asal Desa Karangrejo, Kecamatan Wates.

Kendati wanita beruban ini harus merelakan tubuhnya bercucuran keringat untuk disodori uang 400 ribu oleh petugas Kantor Pos. Susiati tampak dengan santai menjalaninya. Semiian juga saat ditanya ternyata ia tak menyebutkan nama program bantuan tersebut dengan benar.

“Sedang ngantre BLT,” jawabnya tanpa ragu, Kamis (27/10). Ketika ditanya untuk kedua kalinya, Susiati tetap menjawab nama progam itu ialah program yang tenar di masa pemerintahan Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Hal ini karena Susiati telah lama menjadi langganan penerima bantuan tersebut. Ia mengaku sudah sejak  beberapa tahun lalu dikucuri dana kompensasi pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Toh, tempat pencairannya juga tidak berubah. “Dulu juga menerimanya di Kantor Pos,” akunya.

PSKS sendiri adalah dana kompensasi yang diberikan akibat pengalihan subsidi BBM yang beberapa pecan lalu diumumkan Presiden Joko Widodo. Dana sebesar 200 ribu perbulan ini diberikan bagi warga yang telah mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Dana itu berupa simpanan/tabungan giro pos yang dapat diambil pemilik rekening tabungan yaitu kepala keluarga. Uang itu dicairkan perdua bulan sekali.

Sebanyak 6.847 warga Kecamatan ini terdaftar menerima dana ini. Terjadwal mulai tanggal 29 November 2014 sampai 30 November  2014 warga dapat mencairkan dana itu di berbagai tempat yang disediakan. Bukan hanya di kantor Pos, tapi juga di beberapa kantor kepala desa di Kecamatan Wates.

“Saya sangat terbantu dengan bantuan ini. Rencananya akan digunakan sebagai modal usaha,” akui Susiati. Ia merasa sangat terbantu dengan kompensasi bantuan ini. Dan Susi juga mengaku cukup atas bantuan ini.(Kunam/Bimo)

Tags: