2015-12-29_16.50.18ADAKITANEWS, Kediri- Agustianto,55, warga Jl. Manggala Dusun Kedusari RT. 001 RW. 001 Desa Donganti Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Selasa (29/12) kembali melayangkan gugatan pada Komisi Pemilihan Umum(KPU) daerah, KPU Provinsi dan KPU Pusat di Pengadilan Negeri Kediri. Bagi Agustianto, KPU Kabupaten Kediri harus menyelenggarakan pèmilihan Kepala daerah ulang.

Berdasarkan fakta hukum yang ada, tanggal 26 Agustus 2015 Khoirul Anam yang bertempat tinggal di Desa Balongjeruk Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur telah mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum dan pemalsuan dokumen negara/gugatan pencalonan Bupati Kediri periode 2015-2020 yang sampai saat ini masih bergulir di PN Kediri dan belum ada putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Karena tidak ada putusan yang jelas dari PN Kediri, maka saya (Agustiono-red) bersama 483.432 orang memilih golput,” ungkap Agustiono saat berbincang-bincang dengan tim adakitanews.com.

Menurut Agustiono, berdasarkan fakta hukum yang ada, pihak KPU Kabupaten Kediri tetap melaksanakan pilkada pada 09 Desember lalu tanpa menunggu hasil putusan yang berkekuatan hukum dari PN Kediri. Agustiono menambahkan, bahwa pilkada yang digelar oleh KPU Kabupaten Kediri tidak sah dan harus dilakukan pilkada ulang.

“Pilkada 09 Desember kemarin tidak sah, dan KPU Kabupaten Kediri harus menyelenggarakan ulang pilkada,” tutur Agustiono di pelataran PN Kediri di Jl. Pamenang.(blot)

Keterangan Gambar : Agustianto saat membentangkan gugatannya di depan PN Kab Kediri.