@dakitanews Kota Kediri – Banyak gelandangan dan pengemis (Gepeng) berkeliaran di Kota Kediri. Namun hingga kini belum ada tindakan apapun dari aparat pemerintahan terkait untuk menangani persoalan itu.

Ruas jalanan di Kota Kediri sekarang tidak hanya dipenuhi oleh para pengendara bermotor, tapi juga dihiasi dengan para tunawisma, yang mengais rejeki dengan mengharap belas kasih orang lain. Dari informasi yang dihimpun oleh tim @dakitanews.com, banyaknya pengemis membuat warga merasa resah. Warga masyarakat mengatakan berkeliaranya para gepeng di lingkunan mereka terjadi sejak seminggu terakhir.

“Cukup mengganggu, apa lagi Kediri ini kota karisidenan, hampir setiap hari mereka ada disini,” ungkap Iwan,25, warga Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Minggu, (26/10).

Pantauan @dakitanews.com Sedikitnya terdapat 30 gelandangan dan pengemis yang mencari hidupnya di traffick light (lampu merah) Kota Kediri. Namun hingga kini belum ada tindakan dari dinas sosial agar mereka mendapat tempat yang lebih layak. “Seharusnya segera ditangani oleh pemerintah. Kasihan juga mereka ini harus berpanas-panasan di jalanan. Kita juga sedikit terganggu dengan keberadaan mereka. Setiap hari mereka di sekitar sini” terang Iwan.

Astutik,49, warga Kelurahan Semampir Kota Kediri menyatakan, sudah seperti terbiasa dengan masalah gepeng. Kendati setiap hari ada saja yang datang menagih sedekah. Malahan mayoritas dari para gepeng tidak termasuk sebagai golongan pengemis, karena dipandang masih kuat untuk bekerja.

“Halaah, sudah terbiasa rasanya didatangi pengemis, karena saking seringnya. Walaupun risih juga terkadang, karena saya rasa mereka masih mampu kok bekerja. ” tutur Astutik.

Selain mengemis di rumah-rumah warga, maupun di sekitar lampu lalu lintas. Gepeng juga beroperasi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus di Kota Kediri. Asfiyatul Jannah,20, Mahasiswi STAIN Kediri mengaku juga didatangi gepeng saat duduk di sekitar kampus. Menurut Asfiyatul, orang yang mengemis tersebut hampir selalu sama setiap harinya.

“Saya kasihan saja dengan ibu-ibu yang mengemis itu. Tapi setiap hari orang yang mengemis disini juga itu-itu saja. Hampir selalu sama.” jelas Asfiyatul.

Sementara Ozi, salah satu aktifis mahasiswa juga berpendapat, sebaiknya mereka (Para pengemis dan geladangan – red) ini harus ditangani dengan baik oleh dinas yang berkompeten, yakni Dinas Sosial. “Mereka ini dikasih tempat tinggal atau paling tidak diberi pelatihan. Jangan ditangkap saja terus tidak jelas. Ini kan pemerintah juga harus bertanggung jawab” jelasnya.

Namun sayangnya, saat tim @dakitanews.com mencoba mengkonfirmasi kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Kediri, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan. Mereka beralasan masih ada kesibukan dan masih belum bisa untuk ditemui. (Ega/zay).

Keterangan Gambar ; Gepeng yang ada di kota Kediri.