images

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Hutang pada rentenir masih menjadi kegemaran warga Kediri terutama untuk membuka usaha. Meski, dalam prakteknya mereka dikenakan bunga yang cukup tinggi lebih dari 10 persen.

Kegemaran warga menghutang pada rentenir ini, karena proses hutang yang cukup mudah yakni tanpa agunan dan fleksibel. Bahkan, mereka berani mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan layanan yang lebih mudah. Namun, bunga yang diberikan kepada warga ini yang terus menjerumuskan masyarakat ke jurang kemiskinan.

“Memang bunganya tinggi, tapi bagaimana lagi saya butuh uang cepet dan mudah. Tanpa syarat-syarat yang jlimet,” ujar salah satu pemilik warung kopi warga Ngronggo Kota Kediri yang tidak ingin disebut namanya.

Sementara itu, Kepala Otoritas jasa keuangan (OJK) Kediri Bambang Hermanto mengatakan pihaknya berupaya memerangani keberadaan rentenir itu dengan caranya dengan berkoordinasi kepada sejumlah bank. “Terutama di pasar tradisional itu masih memanfaatkan oleh bank-bank titil. Permasalahan itu menjadi prioritas kami untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” jelasnya

Bambang Hermanto menjelaskan saat ini sudah banyak perbankan yang mempermudah proses peminjaman kepada pengusaha skala mikro. Bahkan bentuk agunannya bukan menjadi persyaratan utama, seandainya jumlah pinjaman melebihi agunan bahkan pihak bank tetap mau meminjami. “Kita akan masuk ke pasar-pasar supaya mereka tahu. Karena saat ini sudah banyak bank-bank yang memberikan kredit mikro dengan pelayanan yang aman dan pastinya lebih murah,” jelas Bambang Hermanto.

Sementara itu, pemerintah daerah kini membentuk bank-bank tingkat paling bawah dengan pola pinjaman kredit yang cukup mudah. Bahkan salah satu bank kini juga menggandeng sejumlah kios untuk menjadi agen bank desa.(zay)

Keterangan Gambar : Ilustrasi Rentenir